Loading
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo
JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Polri telah mengidentifikasi aktor intelektual dan penyandang dana terkait aksi kerusuhan massa, di depan Gedung Bawaslu dan beberapa tempat lainnya, di Ibu Kota Jakarta, tanggal 21-22 Mei kemarin.
"Ya sudah mengidentifikasi pendanaan dan aktor intelektual. Saat ini fokus pemeriksaan terhadap enam tersangka dulu. Nanti baru akan diungkap siapa aktor intelektual dan pendanaannya," ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Selasa (28/5/2019).
Dijelaskan, hingga saat ini penyidik masih terus mendalami dan memetakan aksi kerusuhan yang diduga kuat telah direncanakan tersebut.
"Menunggu pemeriksaan selesai dilaksanakan di Polda Metro, Polres Jakbar dan Bareskrim," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Polri dan TNI siap melakukan pengamanan terkait jalannya persidangan gugatan Pilpres, di Mahkamah Konstitusi (MK), bulan Juni mendatang.
"Itu nanti kan dilakukan setelah lebaran sidangnya. Kita lakukan persiapan, nanti sebelum lebaran atau sesudah lebaran baru kita rencanakan pengamanan, kita masih menunggu dari intelijen. Saat ini tetap dilakukan pengamanan. Masih ada pengamanan (di MK). Intinya Polri siap melakukan pengamanan setiap kegiatan masyarakat," kata Argo.
Argo menyampaikan, polisi telah membuka arus lalu lintas di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, mulai semalam. Namun, sebagian jalan masih terhalang Movable Concrete Barrier (MCB) atau beton pemisah yang sedang dalam proses pengangkatan.
"Sudah dibuka tadi malam. Ya itu kan pakai batu (MCB) tidak bisa langsung diangkat. Kalau itu dari plastik gampang kita angkat. Itu membutuhkan crane-crane, waktunya berjam-jam," jelas Argo.*