Loading
Dedi Mulyadi saat berbincang dengan korban banjir bandang di Cirebon (@DediMulyadi)
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan agar seluruh kadernya mempunyai ibu dan anak asuh di daerah pemilihannya masing-masing.
"Kader Golkar harus mengangkat ibu dan anak asuh. Ini membantu negara dalam mengentaskan masalah sosial," katanya, dalam siaran pers yang diterima di Kabupaten Purwakarta, Jabar, Sabtu.
Penekanannya, kata dia, setiap anggota DPRD kabupaten/kota harus memiliki sembilan ibu asuh dan sembilan anak asuh. Sedangkan anggota DPRD Jabar harus memiliki 18 ibu asuh dan 18 anak asuh.
"Anak asuh ini bisa anak yatim. Sedangkan ibu asuh bisa janda-janda tua," katanya.
Hal tersebut disampaikan atas dasar fitrah religiusitas dan konstitusi. Artinya, pendampingan untuk janda tua dan anak yatim sudah diamanatkan oleh agama dan negara.
"Ajaran Islam dan konstitusi negara kita sudah menggariskan itu. Jadi, ini bentuk pengabdian kepada agama sekaligus negara sebenarnya," kata Dedi lagi seperti dikutip Antara.
Mantan Bupati Purwakarta dua periode ini menyontohkan, di Purwakarta ribuan janda tua terpenuhi kebutuhannya atas digulirkannya program ibu asuh.
Dengan program itu, setiap bulan warga mampu memberikan insentif minimal Rp300 ribu kepada keluarga yang tidak mampu.
Sedangkan anak yatim dan kurang mampu terbantu dengan Program Kemis Welas Asih. Setiap hari Kamis mereka mendapatkan beras kelas premium hasil sumbangan siswa mampu.