Loading
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno di kompleks parlemen, Jakarta. (ANTARA)
JAKARTA, POLITIK. ARAHKITA.COM – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menilai wacana pembentukan koalisi permanen sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang wajar dan perlu disikapi secara terbuka serta konstruktif.
Menurut Eddy, gagasan tersebut sejatinya bertujuan menjaga kualitas representasi politik rakyat sekaligus memperkuat stabilitas nasional di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
Menanggapi munculnya pemikiran koalisi permanen dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar, Eddy menegaskan bahwa dalam praktik politik, komitmen tidak semata-mata ditunjukkan lewat deklarasi formal, melainkan juga melalui rekam jejak dan konsistensi sikap politik.
“Dalam politik, loyalitas tidak hanya diucapkan, tetapi dibuktikan melalui perjalanan dan konsistensi. PAN sudah tiga kali berturut-turut memberikan dukungan kepada Bapak Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden,” ujar Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/12/2025.
Ia menilai konsistensi tersebut menjadi bukti nyata kesetiaan politik PAN yang dapat dilihat langsung oleh publik. Dengan rekam jejak itu, arah politik PAN ke depan dinilai sudah cukup jelas tanpa harus menunggu deklarasi koalisi permanen secara resmi.
“Tanpa pengumuman koalisi permanen pun, sikap PAN sudah terang. Ke depan, kami tentu terbuka dan dengan senang hati melanjutkan kerja sama politik dengan Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra pada pilpres mendatang,” katanya dikutip Antara.
Lebih lanjut, Eddy menekankan bahwa esensi kerja sama politik seharusnya berlandaskan kesamaan visi kebangsaan, komitmen pada konstitusi, serta keberpihakan terhadap kepentingan rakyat, bukan sekadar pada bentuk atau label koalisi.
“Yang terpenting adalah demokrasi mampu melahirkan pemerintahan yang kuat, stabil, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Itu yang seharusnya menjadi tujuan bersama seluruh kekuatan politik,” tutup Eddy.