Rabu, 14 Januari 2026

Gerindra Copot Mirwan MS dari Ketua DPC Aceh Selatan Usai Polemik Umrah di Tengah Bencana


  • Sabtu, 06 Desember 2025 | 11:00
  • | Parpol
 Gerindra Copot Mirwan MS dari Ketua DPC Aceh Selatan Usai Polemik Umrah di Tengah Bencana Bupati Aceh Selatan Mirwan. ANTARA/Risky Hardian Saputra

JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, dari jabatannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Keputusan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Sugiono, di Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Sugiono mengatakan pemberhentian tersebut diambil setelah DPP menerima laporan mengenai kepemimpinan Mirwan di daerah.

“DPP memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Kami sangat menyayangkan sikap dan kepemimpinan beliau,” ujarnya. Meski demikian, Sugiono tidak memerinci sejak kapan keputusan tersebut efektif berlaku.

Polemik Umrah di Tengah Bencana

Sebelumnya, wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda banjir bandang dan longsor. Mirwan, sebagai Bupati Aceh Selatan, sempat menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak sanggup menangani bencana secara maksimal.

Namun hanya beberapa hari setelah pernyataan itu, Mirwan dan istrinya berangkat menunaikan ibadah umrah pada 2 Desember 2025. Keputusan tersebut menuai kritik luas karena Aceh Selatan masih berada dalam masa tanggap darurat.

Situasi makin memanas setelah Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan bahwa ia tidak pernah menandatangani izin perjalanan umrah untuk Mirwan selama masa darurat bencana.

“Tidak saya teken meskipun Mendagri teken, ya sudah, terserah,” ujar Mualem dikutip Antara.

Ia juga kembali mengingatkan seluruh pejabat di Aceh agar tidak melakukan perjalanan ke luar daerah sampai masa tanggap darurat berakhir.

Pemkab Aceh Selatan Lakukan Klarifikasi

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Plt Sekretaris Daerah, Diva Samudra Putra, memberikan klarifikasi terkait keberangkatan Bupati. Diva menyebut Mirwan berangkat umrah setelah memastikan penanganan bencana berjalan baik.

“Keadaan umum sudah stabil dan korban tertangani. Keberangkatan dilakukan setelah menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak di Trumon Raya,” kata Diva.
Ia membantah tudingan bahwa Mirwan meninggalkan masyarakat saat bencana masih berlangsung.

“Narasi bahwa beliau pergi saat warga masih mengungsi itu tidak benar. Para pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Semua pihak bekerja solid mengatasi banjir dan longsor,” ujarnya.

Diva menambahkan bahwa selama Bupati berada di luar negeri, penanganan bencana tetap berjalan dengan supervisi Sekda dan Wakil Bupati Aceh Selatan.

Permohonan Izin yang Ditolak

Informasi lain dari Pemerintah Aceh menyebutkan bahwa Mirwan sebenarnya telah mengajukan permohonan izin perjalanan penting ke luar negeri pada 24 November 2025. Namun Gubernur Aceh menolak permohonan tersebut karena provinsi sedang berada dalam status darurat bencana hidrometeorologi.
Aceh Selatan, salah satu wilayah terdampak paling parah, sebelumnya juga telah menetapkan status tanggap darurat di tingkat kabupaten.

DPP Gerindra Ambil Sikap

Di tengah kontroversi tersebut, DPP Partai Gerindra memilih mengambil langkah organisasi tegas terhadap Mirwan. Dengan keputusan pemberhentian ini, posisi Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan akan diisi oleh pejabat sementara hingga penetapan ketua definitif.

Editor : Farida Denura

Parpol Terbaru