Rabu, 14 Januari 2026

Prabowo di Munas PKS: Tak Ada Dendam ke Anies, Saatnya Bersatu untuk Bangsa


  • Senin, 29 September 2025 | 17:30
  • | Parpol
 Prabowo di Munas PKS: Tak Ada Dendam ke Anies, Saatnya Bersatu untuk Bangsa Presiden Prabowo Subianto berpidato pada acara penutupan Munas VI PKS di Jakarta, Senin (29/9/2025). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat.

JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak menyimpan rasa dendam terhadap Anies Baswedan meski keduanya sempat berhadapan dalam kontestasi Pilpres 2024. Pernyataan itu ia sampaikan saat memberikan pidato penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (29/9/2025).

“Terus terang saja, saya itu nggak dendam sama Anies. Waktu itu dia kasih saya nilai 11, ya nggak apa-apa. Malah sebenarnya dia ikut bantu saya menang, karena banyak emak-emak jadi kasihan,” ujar Prabowo disambut tawa dan tepuk tangan peserta Munas.

Menurut Prabowo, suasana debat Pilpres memang wajar jika berlangsung panas. “Kalau debat datar-datar saja, tentu tidak menarik. Tapi setelah pemilu selesai, semua harus kembali bersatu,” tambahnya.

Demokrasi yang Dewasa

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya sikap dewasa dalam berdemokrasi. Baginya, kontestasi politik seharusnya tidak menimbulkan permusuhan berkepanjangan.

“Kita harus punya demokrasi yang dewasa. Siapa pun presidennya, siapa pun wakil presidennya, yang penting kita bersatu, bekerja untuk bangsa dan negara,” kata Prabowo.

Ia mencontohkan bagaimana pemerintah tetap menjalankan program pembangunan di daerah-daerah yang pada Pilpres 2024 tidak memberikan suara mayoritas kepadanya. “Coba cek Sumatera Barat, pupuk tetap lancar di sana. Di Aceh, meski saya kalah, program tetap jalan. Itu bukti kita tidak boleh pilih kasih dalam membangun bangsa,” tegasnya.

Belajar dari Kekalahan

Prabowo juga berkelakar soal perjalanan politiknya yang penuh jatuh bangun. “Kalau mau belajar menerima kekalahan, belajar dari saya. Lima kali ikut pemilihan, empat kali kalah. PKS ikut saya lagi,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurutnya, setelah Pilpres usai, sudah saatnya semua pihak menutup lembaran lama. “Yang sudah lewat, biarlah lewat. Sekarang kita bersatu untuk bangsa dan negara,” tegasnya dikutip Antara.

Kehadiran Tokoh dan Menteri

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menko Polhukam Djamari Chaniago, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menko Infrastruktur dan Pembangunan Agus Harimurti Yudhoyono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

PKS sendiri kini resmi bergabung dalam koalisi pemerintahan setelah Pilpres 2024, meskipun sebelumnya partai tersebut mendukung pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar.

Editor : Farida Denura

Parpol Terbaru