Rabu, 14 Januari 2026

Mardiono Terpilih Aklamasi Ketua Umum PPP di Muktamar X: Serukan Persatuan dan Demokrasi Santun


  • Sabtu, 27 September 2025 | 23:15
  • | Parpol
 Mardiono Terpilih Aklamasi Ketua Umum PPP di Muktamar X: Serukan Persatuan dan Demokrasi Santun Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono memberikan keterangan pers di Ancol, Jakarta, Sabtu (27/9/2025). (ANTARA/Aria Ananda)

JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM – Muhammad Mardiono resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025–2030 dalam Muktamar ke-10 yang digelar di Jakarta, Sabtu (27/9/2025). Pemilihan ini berlangsung di tengah dinamika internal yang panas, hingga memicu kericuhan yang menimbulkan korban cedera.

Pimpinan sidang Amir Uskara menyebut keputusan aklamasi diambil setelah mayoritas peserta menyatakan setuju. “Saya bacakan, saya langsung meminta kesepakatan. Mereka setuju dan saya ketuk palu,” ujarnya. Dari total peserta, sekitar 80 persen memberikan dukungan agar proses pemilihan dipercepat demi menjaga kelancaran jalannya forum.

Riuh Yel-Yel Warnai Sidang

Sebelum palu diketuk, suasana muktamar sempat memanas. Saat Mardiono menyampaikan pidato, sejumlah kader meneriakkan yel-yel berlawanan: sebagian berseru “lanjutkan!” mendukung Mardiono, sementara yang lain berteriak “ketua baru!” untuk mendorong perubahan.

Mardiono beberapa kali terhenti karena suara riuh peserta, namun tetap menekankan bahwa muktamar bukan sekadar forum formal, melainkan momentum refleksi arah partai. “Hilangnya kursi PPP di Senayan pada Pemilu 2024 bukan akhir, melainkan momentum kebangkitan. PPP harus bangkit sebagai partai Islam yang solid, moderat, dan modern,” tegasnya.

Permintaan Maaf dan Seruan Persatuan

Dalam kesempatan yang sama, Mardiono menyampaikan permohonan maaf kepada kader PPP atas segala kekurangan selama tiga tahun menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum. Ia juga menyinggung konflik internal periode 2014–2019 yang disebut sebagai luka mendalam dalam perjalanan partai.

“Konflik itu jadi pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa persatuan jauh lebih penting daripada perpecahan. Saya meminta maaf bukan hanya kepada kader PPP, tapi juga kepada bangsa Indonesia,” ujarnya.

Mardiono mengajak seluruh kader menegakkan demokrasi dengan santun. “Perbedaan pandangan wajar, tapi jangan sampai melahirkan perpecahan. Belajar dari masa lalu, persatuan akan jadi kekuatan,” katanya.

Tindak Lanjut dan Agenda Muktamar

Terkait kericuhan, Mardiono memastikan ada proses hukum. “Kami sudah tahu sejak dua minggu terakhir ada kelompok yang ingin mengambil alih secara ilegal. CCTV sudah ada, tentu polisi akan menyelidiki,” tegasnya.

Muktamar ke-10 juga membentuk formatur yang akan mendampingi Mardiono menyusun struktur kepengurusan baru. Forum ini dijadwalkan berlangsung hingga Senin (29/9), dengan agenda pembahasan AD/ART, rekomendasi kebijakan, serta penutupan yang rencananya dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh nasional.

“PPP harus membuktikan politik Islam bukan hanya simbol, melainkan nilai yang membawa kemaslahatan. Mari kita satukan langkah menyongsong masa depan gemilang tanpa konflik,” tutup Mardiono dikutip Antara.

Editor : Farida Denura

Parpol Terbaru