Loading
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Herman Khaeron di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (5/6/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi.
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM — Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyoroti aksi pengibaran bendera bertema One Piece yang disandingkan dengan Sang Saka Merah Putih. Menurutnya, tindakan tersebut tidak pantas dilakukan, apalagi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80.
“Bendera Merah Putih itu simbol perjuangan, berdarah-darah direbut oleh para pahlawan. Sangat tidak etis jika harus disandingkan dengan simbol lain yang tidak merepresentasikan nilai-nilai nasionalisme,” ujar Herman di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Simbol Merah Putih Harus Dijaga Kesuciannya
Herman menegaskan bahwa Merah Putih lahir dari perjuangan panjang bangsa Indonesia melawan penjajahan. Karena itu, menurutnya, menyandingkan bendera suci tersebut dengan simbol pop culture seperti One Piece bukan hanya tidak etis, tapi juga menciderai semangat kemerdekaan.
“Masa setelah merdeka kita justru mengibarkan bendera yang begitu suci lalu disaingi oleh bendera lain yang tak perlu?” tambahnya.
Politikus Demokrat itu menyarankan agar kritik sosial atau ekspresi kreatif tetap disalurkan melalui cara yang tidak melanggar etika kebangsaan. “Banyak cara menyampaikan aspirasi yang lebih bijak dan tetap menjunjung tinggi semangat nasionalisme,” tegas Herman.
Momen Kemerdekaan Harus Jadi Waktu Memperkuat Persatuan
Menjelang 17 Agustus, Herman mengajak masyarakat untuk memperkuat rasa kebangsaan. Ia mengingatkan bahwa pengibaran simbol selain Merah Putih berpotensi menimbulkan agitasi dan perpecahan di tengah upaya kolektif membangun persatuan.
“Justru saat ini yang dibutuhkan adalah menjaga kebersamaan. Pemerintah tengah mendorong berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Merah Putih sebagai bentuk pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Anggota Komisi VI DPR RI itu juga menekankan pentingnya menjauhkan diri dari tindakan provokatif, terutama yang tidak memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
“Jauhkanlah kita dari hal-hal yang memicu kegaduhan. Mari perkuat persatuan dan kedewasaan dalam menyampaikan ekspresi,” tutupnya dikutip Antara.