Rabu, 14 Januari 2026

Bahlil Lahadalia Sebut Golkar Juga Punya Kedekatan Sejarah dengan PDIP


 Bahlil Lahadalia Sebut Golkar Juga Punya Kedekatan Sejarah dengan PDIP Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia. (Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya Prabowo)

JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa partainya juga memiliki kedekatan dengan PDI Perjuangan, seraya mengikuti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut Partai Gerindra dan PDIP sebagai "adik dan kakak".

“(Golkar) adik-kakak juga dengan PDIP,” ujar Bahlil saat menjawab pertanyaan media usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/7/2025). Rapat tersebut membahas optimalisasi kawasan ekonomi khusus (KEK).

Bahlil menegaskan bahwa semangat kebersamaan antarpartai harus dijaga demi kepentingan bangsa. “Kita semua adik-kakak. Pokoknya, sebangsa setanah air harus saling mendukung,” ungkapnya. Pernyataan ini sekaligus menegaskan sikap Golkar yang terbuka terhadap kolaborasi lintas partai, termasuk dengan PDIP.

Terkait kemungkinan masuknya PDIP dalam kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran, Bahlil menekankan bahwa hal itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden. "Itu ranah Presiden, kita hormati keputusan beliau," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.

Sehari sebelumnya, dalam acara peluncuran Koperasi Desa/Koperasi Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Presiden Prabowo menyampaikan candaan politik di hadapan sejumlah elite PDIP. Di hadapan Ketua DPR RI Puan Maharani, Prabowo menyebut bahwa PDIP dan Gerindra ibarat kakak dan adik.

“Saya katakan, Bung Karno adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Mohon maaf Mbak Puan, Bung Karno itu bapak saya juga. Mungkin kalau dada saya dibelah, yang keluar juga Marhaen,” tutur Prabowo disambut tawa hadirin. Ia menambahkan, “Jadi sebenarnya PDIP dan Gerindra ini kakak adik.”

Marhaen yang disebut Prabowo merujuk pada sosok petani kecil yang menjadi inspirasi ajaran Marhaenisme oleh Bung Karno. Ajaran ini menekankan perjuangan kaum kecil melawan ketimpangan sosial, sebuah nilai yang diklaim hidup dalam semangat nasionalisme hingga kini.

Presiden Prabowo juga menggarisbawahi bahwa semangat Bung Karno tidak boleh dimonopoli oleh satu kelompok politik saja. "Bung Karno adalah milik kita semua, pendiri bangsa yang visinya harus terus kita perjuangkan: Indonesia berdiri di atas kaki sendiri, Indonesia yang merdeka dan sejahtera," tegasnya dikutip Antara.

Kehadiran tokoh-tokoh PDIP dalam acara tersebut, seperti Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) dan Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, memperkuat sinyal harmonisasi lintas partai yang mungkin akan terjadi di pemerintahan baru.

Editor : Farida Denura

Parpol Terbaru