Rabu, 14 Januari 2026

Prabowo Tersentuh Kenangan Sang Ayah saat Sebut PSI: “Saya Emosional...”


 Prabowo Tersentuh Kenangan Sang Ayah saat Sebut PSI: “Saya Emosional...” Presiden Prabowo Subianto berpantun untuk Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep saat acara penutupan Kongres PSI Tahun 2025 di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (20/7/2025). ANTARA/HO-Dokumentasi PSI.

SOLO, POLITIK.ARAHKITA.COM - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan perasaan emosional saat menghadiri penutupan Kongres PSI 2025 di Surakarta, Minggu (20/7/2025) malam. Bukan tanpa alasan, momen itu membangkitkan kenangan mendalam tentang sang ayah, ekonom dan tokoh politik Indonesia, Prof. Sumitro Djojohadikusumo.

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung soal makna historis singkatan “PSI”, yang dahulu merujuk pada Partai Sosialis Indonesia—partai tempat ayahnya pernah berkiprah sebagai ketua. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kaesang Pangarep dan para kader Partai Solidaritas Indonesia, yang kini berganti nama menjadi Partai Super Terbuka (Tbk.), karena tetap mempertahankan akronim PSI.

“Saya sedikit emosional kalau dengar kata PSI,” ujar Presiden Prabowo. “Ayah saya dulu ketua PSI versi lama—Partai Sosialis Indonesia. Sekarang PSI baru muncul, meneruskan semangat sosial dan Pancasila. Terima kasih karena huruf-huruf itu masih digunakan.”

Sumitro dan Jejak PSI di Masa Lalu

Prof. Sumitro Djojohadikusumo merupakan tokoh ekonomi yang disegani di masa Orde Lama dan Orde Baru. Ia dikenal sebagai penggagas kebijakan pembangunan yang berorientasi pada pemerataan dan sering mengkritik pendekatan yang dianggap terlalu “Jawa-sentris”.

Bersama tokoh lain seperti Sutan Sjahrir, Sumitro memperjuangkan gagasan sosialisme demokratik lewat Partai Sosialis Indonesia. Namun pada 17 Agustus 1960, Presiden Soekarno membubarkan PSI dan Masyumi karena dituding terkait dengan gerakan PRRI/Permesta. Akibatnya, Sumitro sempat menjadi buronan politik dan menetap di luar negeri, termasuk di Singapura, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia pada era awal Orde Baru, tahun 1967.

Prabowo Puji Logo Gajah dan “Kecerdasan Intel PSI”

Dalam acara Kongres, PSI resmi mengganti nama dan lambangnya. Logo baru bergambar gajah merah-hitam menggantikan simbol bunga mawar yang selama ini identik dengan partai tersebut. Menurut Prabowo, pemilihan gajah sebagai simbol bukan kebetulan.

“Partai-partai lain harus hati-hati, PSI ini punya intel hebat,” ujar Prabowo sambil berseloroh. “Banyak yang dekat dengan saya tahu bahwa salah satu binatang yang paling saya sayangi adalah gajah. PSI ini bisa membaca isi hati Presiden Republik Indonesia,”kata Prabowo dikutip Antara.

Kongres PSI 2025 juga menetapkan Kaesang Pangarep kembali sebagai Ketua Umum partai. Nama baru PSI sebagai Partai Super Terbuka (Tbk.) diyakini sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman, sekaligus menandai arah baru partai dalam kancah politik nasional.

Editor : Farida Denura

Parpol Terbaru