Rabu, 14 Januari 2026

Kaesang Pangarep Tegaskan Jokowi tak Akan Maju Sebagai Calon Ketum PSI


 Kaesang Pangarep Tegaskan Jokowi tak Akan Maju Sebagai Calon Ketum PSI Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep di DPP PSI, Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM – Kaesang Pangarep memastikan bahwa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), tidak akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pemilu Raya 2025 mendatang.

Hal ini diungkapkan Kaesang usai dirinya resmi mendaftar sebagai salah satu kandidat Ketua Umum PSI. Menurutnya, Jokowi tidak memiliki niat untuk bersaing dalam kontestasi internal partai tersebut.

“Tidak mungkin juga anak dan bapak saling bersaing,” ujar Kaesang dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (21/6/2025). Ia menambahkan bahwa selama sepekan terakhir sudah berdiskusi secara langsung dengan Jokowi mengenai hal ini.

Lebih lanjut, Kaesang menyampaikan bahwa ia telah meyakinkan sang ayah agar membuka ruang bagi generasi muda untuk tampil sebagai pemimpin. “Saya bilang ke beliau, sudah saatnya yang muda diberi kesempatan,” tambahnya.

Soal Peluang Jokowi Gabung PSI

Terkait kemungkinan Jokowi bergabung sebagai kader PSI, Kaesang merespons diplomatis. Ia menyarankan agar pertanyaan tersebut langsung diajukan kepada Jokowi. “Akses ke beliau sekarang mudah, tinggal ke Solo. Saya tidak bisa mewakili beliau,” katanya.

Sebelumnya, wacana Jokowi menjadi Ketua Umum PSI sempat mencuat karena kedekatannya dengan partai tersebut di sejumlah agenda menjelang Pemilu 2024. Namun, sesuai aturan internal, Jokowi harus menjadi kader PSI terlebih dahulu sebelum bisa maju sebagai calon ketua umum.

Jokowi sendiri sempat menanggapi peluang tersebut dengan nada santai namun penuh perhitungan. “Masih saya kalkulasi. Jangan sampai kalau saya maju malah kalah,” ungkap Jokowi, Rabu (14/5/2025).

Respons Golkar Terkait Arah Politik Jokowi

Di sisi lain, Partai Golkar juga memberikan sinyal terbuka. Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk menentukan arah politiknya, apakah ingin bergabung ke Golkar atau PSI.

“Kalau Pak Jokowi memilih masuk Golkar, tentu harus ada komunikasi dulu. Kami menganut sistem stelsel aktif, artinya beliau harus menyampaikan niatnya kepada kami,” ujar Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/6/2025).

Kaesang Pangarep telah menutup peluang persaingan politik antara dirinya dan sang ayah di tubuh PSI. Jokowi, meski sempat diisukan akan mencalonkan diri, hingga kini belum menunjukkan langkah konkret bergabung dengan partai mana pun pasca-lepas dari jabatan Presiden dikutip dari Antara.

Editor : Farida Denura

Parpol Terbaru