Loading
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kedatangan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh ke Istana Negara memunculkan banyak spekulasi politik. Namun, Jokowi hanya mengatakan bahwa dirinya hanya menjadi jembatan atau menjembatani sesuatu bagi semua pihak.
Jokowi tidak menjelaskan detail yang dimaksud sebagai 'jembatan'.Dia hanya menegaskan dirinya menjadi 'jembatan' untuk semua pihak.
“Ini baru awal-awal. Nanti kalau sudah final kami sampaikan. Tapi itu sebetulnya saya itu hanya menjadi ‘jembatan’, yang paling penting kan nanti partai-partai lah,” ujar Jokowi usai peresmian RS Pusat Pertahanan Negara Panglima Besar Jenderal Soedirman dan 20 rumah sakit TNI, di Jakarta, Senin (19/20).
Jokowi mengatakan, pertemuannya dengan Paloh adalah pertemuan politik biasa untuk membicarakan masalah politik. Ia merasa tidak perlu menjelaskan siapa yang mengundang atau diundang dalam pertemuan tersebut.
"Yang terpenting, pertemuan itu akan bermanfaat bagi perpolitikan nasional dan negara. Saya kira dua-duanya tidak perlu siapa yang undang, siapa yang diundang, nggak perlu. Yang penting memang ada pertemuan dan itu akan sangat bermanfaat bagi perpolitikan kita, bagi negara, saya kira yang paling penting itu,” katanya.
Sebelumnya Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, membenarkan ada pertemuan antara Jokowi dan Paloh, Minggu malam (18/2). Ia menjelaskan bahwa pertemuan itu bermula dari permohonan Paloh untuk bertemu dengan Jokowi.
Sebagai tanggapan atas permohonan tersebut, ujar dia, Jokowi mengalokasikan waktunya pada Minggu malam untuk menemui Paloh di Istana Merdeka, Jakarta.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim, menjelaskan bahwa pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi untuk memenuhi undangan makan malam. Ia mengatakan, kehadiran Paloh ke Istana sebatas memenuhi undangan, bukan meminta waktu untuk bertemu secara khusus.