Loading
Sudirman Said saat Bertarung di Pilkada Jateng (@sedulur_sudirman_said)
Mantan Manteri ESDM Sudirman Said menyatakan bahwa yang butuh Jusuf Kalla (JK) menjadi cawapres lagi adalah Jokowi, bukan JK sendiri, Presiden Jokowi lah orang yang mendorong JK untuk bersedia maju jadi Cawapres.
"Saya sih menduga dengan gampang ya dari Pak Presiden (yang mendorong) karena beliau yang membutuhkan pasangan, kemudian dari partai-partai yang sekarang dalam koalisi," ujarnya di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (24/7).
Pernyataan Sudirman Said itu disampaikan usai ia bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla. Dalam pertemuan itu, ia mengaku sempat membicarakan keputusan Kalla terlibat dalam gugatan pasal syarat Cawapres ke MK.
Menurut Sudirman, negara memang membutuhkan pemimpin-pemimpin muda, namun ia menilai JK kemungkinan masih dibutuhkan dalam kepemimpinan saat ini.
"Termasuk beliau sendiri dari dulu bilang kan mau istirahat, momong cucu, dan berharap yang muda-muda muncul. Tapi keadaan memaksa beliau untuk bersiap," kata Sudirman.
Menurut Sudirman Said, yang membuat JK dinilai tetap harus ada di tampuk kekuasaan, salah satunya yakni faktor ekonomi.
Seperti diketahui, Kalla adalah pengusaha kawakan. Sehingga ia dinilai mengetahui keinginan dunia usaha dan iklim investasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya JK mengatakan dirinya menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi terkait dengan uji materi UU Pemilu No.7/2017 oleh Perindo sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
"Saya sendiri menunggu, hanya ikut serta mempertanyakan, atau minta fatwa atau penafsiran MK terhadap UUD pasal 7 itu. Nah kalau kita nanti sudah ada hasil dari MK tentu baru berpikir lebih lanjut lagi, sementara ini meminta penafsiran saja," kata JK kepada wartawan.
Uji materi terhadap pasal 169 huruf n UU Pemilu No.7/2017 terkait syarat pencalonan presiden/wakil presiden yang tidak memperkenankan wapres/presiden yang telah menduduki dua kali masa jabatan diajukan oleh Perindo.
JK mengatakan, keterlibatannya sebagai pihak terkait dalam uji materi UU tersebut, karena adanya dorongan-dorongan dari berbagai pihak kepada dirinya untuk menjadi calon wakil presiden 2019 utamanya terkait dengan keberlanjutan dan stabilitas pemerintahan di masa datang.
"Saya sendiri secara pribadi telah menyatakan untuk istirahat dan kita kasih yang muda-muda namun, perkembangan yang lain di luar kepentingan pribadi saya dan juga perkembangan di pemerintahan yang membutuhkan suatu keberlanjutan, untuk stabilitas lebih lanjut sehingga banyak pembicaraan-pembicaraan awal yang kemudian meminta saya tersebut, tetapi ya tentu sangat tergantung penafsiran dari MK," tutur JK.