Rabu, 14 Januari 2026

Ridwan Kamil-Uu Resmi Menang, "Asyik" tak Cukup Syarat Menggugat


  • Minggu, 08 Juli 2018 | 21:23
  • | News
 Ridwan Kamil-Uu Resmi Menang, Pasangan Ridwan Kamil-Uu dengan pasangannya masing-masing (@ridwankamil)

KPU Jawa Barat melakukan rapat pleno terbuka penghitungan suara tingkat provinsi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Bandung, Minggu (8/7).

Hasilnya, pasangan nomor urut 1 pada Pilkada Jawa Barat 2018, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), mendapat suara terbanyak dengan 7.226.254 suara (32,88 persen).  Dalam Pilkada Jabar 2018, Ridwan-Uu diusung Partai Nasdem, PKB, PPP, dan Partai Hanura. Sementara pasangan nomor urut 2, Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan yang diusung PDI-P, mendapat 2.773.078 suara (12,62 persen).

Pasangan koalisi PKS dan Partai Gerindra, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, memperoleh 6.317.465 suara (28,74 persen). Adapun pasangan nomor urut 4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, yang diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat, memperoleh 5.663.198 suara (25,77 persen).

"Hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 dinyatakan sah," kata Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat. 

Daftar pemilih tetap di Pilkada Jawa Barat mencapai 31,73 juta pemilih. Sementara jumlah surat suara sah sebanyak 21.979.995.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan, ada beberapa indikasi pelanggaran pada Pilkada Jawa Barat 2018. Untuk menyikapi hal tersebut, kata Prabowo, pihaknya akan mengambil langkah hukum.

"Kita siap untuk ambil langkah-langkah untuk menggugat seandainya pengumumannya dinyatakan bahwa calon-calon kita dinyatakan kalah," kata Prabowo usai menerima calon gubernur Jawa Barat Sudrajat di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (7/7/2018). Dalam pertemuan sekitar satu setengah jam tersebut, Sudrajat melaporkan dugaan kecurangan yang terjadi pada Pilkada Jawa Barat. Salah satunya masalah daftar pemilih tetap (DPT). Sebelumnya calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said juga telah bertemu Prabowo Subianto. Sudirman mendatangi kediaman Prabowo pada Jumat malam kemarin.

"Untuk Jawa Barat juga demikian, langkah-langkah yang dilaporkan kepada saya bahwa indikasi penyimpangan, indikasi juga daftar pemilih yang tidak jelas, ini sedang kami teliti semua," ujar Prabowo.

Prabowo juga mengemukakan adanya intervensi dari kalangan tertentu yang tidak berjiwa demokratis. "Yang kita sesalkan intervensi-intervensi tersebut dan kita juga akan meneliti langkah-langkah selanjutnya. Menurut real count kami, kami yang menang di Jawa Barat," kata dia.

Prabowo menambahkan, pihak akan mengidentifikasi dan mengerahkan tim legal dan tim advokasi untuk mempelajari indikasi penyimpangan. Ia menyatakan, akan mengambil sikap melalui jalur hukum. "Kita juga tidak mau terus menerus dipermainkan karena kita mewakili rakyat, pendukung kami sangat besar, kami menangkap keinginan rakyat untuk mengadakan perubahan," kata dia.

Menurut Prabowo, indikasi penyimpangan pada pilkada telah mengancam demokrasi serta kedaulatan rakyat.

Namun dengan hasil real count KPU Jabar selisih antara pasangan Ridwan Kamli-Uu dan Sudrajat-Syaikhu 1. 563.056 suara. Selisih suara 4,14 persen yang cukup besar tentu tak cukup bagi kubu Asyik/Prabowo menguggat kekalahan ke MK. Sebab ambang batas gugatan hanya 0,5-2 persen.

PERELAHAN SUARA REAL COUNT KPU JABAR
1. Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum: 7.226.254 suara (32,88 persen).
2, Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan: 2.773.078 suara (12,62 persen).
3. Sudrajat-Ahmad Syaikhu: 6.317.465 suara (28,74 persen).
4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi: 5.663.198 suara (25,77 persen).

 

 

News Terbaru