Rabu, 14 Januari 2026

Gagalkan Aksi Teroris, Polda Riau Dapat Pujian


  • Rabu, 16 Mei 2018 | 15:51
  • | News
 Gagalkan Aksi Teroris, Polda Riau Dapat Pujian Seorang teroris tewas tergeletak di Mapolda Riau setelah berusaha menyerang aparat.

RIAU, ARAHPOLITIK.COM - Keberhasilan Polda Riau menggagalkan aksi serangan teroris memperoleh banyak pujian. Sebanyak empat dari delapan teroris yang menyerang Polda Riau berhasil ditembak mati polisi.

Pujian misalnya disampaikan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Ia memuji kesigapan aparat kepolisian yang dapat melumpuhkan serangan kelompok terduga teroris di halaman Mapolda Riau, di Pekanbaru, Rabu (16/5/2018) pagi.

"Saya memberikan apresiasi atas kesigapan aparat kepolisian, sehingga serangan kelompok terduga teroris di halaman Mapolda Riau dapat digagalkan, dan mereka dapat dilumpuhkan meski ada korban jiwa," kata Bambang Soesatyo, di Jakarta, Rabu.

Menurut Bambang Soesatyo, serangkaian serangan dari kelompok terduga teroris di Surabaya dan Pekanbaru, menuntut kewaspadaan Polri, aparat penegak hukum lainnya, maupun masyarakat agar proaktif melaporkan potensi teror.

"Masyarakat harus tetap tenang dan terus waspada terhadap lingkungan sekitarnya. Laporkan segera jika ada sesuatu yang mencurigakan ke petugas keamanan,"tegasnya seperti dikutip Antara.

Pada kesempatan tersebut, Bambang juga menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam, karena ada seorang anggota polisi lagi gugur akibat serangan kelompok terduga teroris di halaman Mapolda Riau.

"Saya mengutuk keras tindakan tersebut dan meminta Polri bertindak tegas dalam menindak pelaku serta memberantas jaringannya," katanya.

Menurut dia, perang terhadap kelompok teroris belum berakhir, sehinga negara tidak boleh lengah melindungi warganya.

"Jangan berikan toleransi sedikit pun kepada gerakan radikalisasi dan terorisme yang mengancam keutuhan NKRI," tegasnya.

Politisi Partai Golkar ini juga menjanjikan, DPR RI bersama pemerintah akan segera menyetujui RUU Antiterorisme menjadi undang-undang, pada bulan Mei

Pujian juga dilontarkan pelaksana Tugas Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, menyatakan apresiasi dari jajaran Polda Riau dalam penanganan teror di markas polisi itu, meski harus jatuh korban jiwa dari pihak kepolisian.

"Pengamanan Mapolda Riau sudah begitu ketat tapi bisa terjadi hal ini (teror) juga, ya mau bagaimana lagi. Tapi dari tiga orang (pelaku) yang terkapar itu ditembak oleh satu orang petugas polisi. Saya tahu orangnya, tapi tidak usah disebut takutnya nanti ada yang balas dendam ke dia," kata Wan Thamrin kepada Antara saat melayat ke rumah duka Ipda Auzar, personel polisi yang menjadi korban teror di Mapolda Riau di Jalan Bambu Kuning I Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Rabu.

Kecepatan Polri dalam penanganan teror dinilainya patut diapresiasi, karena lokasi Mapolda Riau sangat dekat dengan Kantor Gubernur di pusat Kota Pekanbaru. Bahkan, saat kejadian ia mendengar langsung ada letusan karena pada saat yang sama di kantor gubernur baru selesai acara tausiyah Ustaz Abdul Somad.

"Saya kira itu letusan suara petasan. Saya langsung mau ke Polda Riau tapi dilarang karena situasi tadi belum aman," katanya.

Selain itu ia juga mengeluarkan surat maklumat yang ditandatangani juga oleh Kapolda Riau, Danrem 031 WB, Kepala Bin Daerah Riau, yang intinya agar pengamanan oleh semua instansi dan masyarakat ditingkatkan.

"Saya sedih dengan peristiwa ini, padahal ini mau bulan Ramadan. Karena itu saya imbau ke semua bupati/wali kota tolong batalkan semua acara di keramaian jelang Ramadan sebagai bentuk antisipasi dan keprihatinan atas teror ini," katanya.

Kepolisian Daerah Riau mengkonfirmasi telah menembak mati empat terduga teroris yang berusaha menyerang Mapolda Riau, Rabu pagi tadi.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Sunarto dalam keterangan pers di Pekanbaru mengatakan keempatnya ditembak mati setelah keluar dari mobil yang dikendarai dan sempat menyerang Polisi dengan menggunakan senjata tajam jenis samurai.

"Bahwa Polda Riau telah berhasil mematahkan upaya penyerangan terhadap anggota pukul 09.00 WIB pagi tadi. Kita dalam kondisi siaga memberikan tindakan tegas, empat pelaku tewas ditempat," katanya.

Dari pantauan Antara di Mapolda Riau, seorang pelaku terpantau masih terkapar di halaman gedung Polda Riau jalan Jenderal Sudirman.

Sementara tiga terduga teroris tewas lainnya telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Lebih jauh, Sunarto mengatakan dalam insiden serangan teroris dengan menggunakan mobil jenis minibus yang berisi lima pelaku itu, seorang pelaku lainnya melarikan diri. Pelaku yang melarikan diri itu adalah sopir yang membawa keempat pelaku tersebut.

"Sopirnya yang melarikan diri. Kita masih terus melakukan pengejaran," ujar Sunarto membetulkan informasi yang beredar sebelumnya bahwa satu pelaku terduga teroris yang melarikan diri dengan melompati pagar berhasi ditangkap.

Editor : Farida Denura

News Terbaru