Senin, 20 April 2026

Jelang Muktamar NU 2026, Insantara Petakan 14 Kandidat Ketua Umum PBNU


  • Selasa, 24 Februari 2026 | 15:30
  • | News
 Jelang Muktamar NU 2026, Insantara Petakan 14 Kandidat Ketua Umum PBNU Insantara rilis 14 kandidat Ketum PBNU jelang Muktamar 2026, Gus Yahya hingga Cak Imin masuk bursa. (Foto: westjavatoday.com)

JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Institut Nahdliyin Nusantara atau Insantara merilis daftar 14 nama yang dinilai berpeluang menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Peneliti Insantara, Wildan Efendy, menjelaskan bahwa pemetaan tersebut disusun berdasarkan tiga indikator utama: tingkat popularitas, rekam jejak kepemimpinan, serta wawancara mendalam dengan pengurus dan warga Nahdlatul Ulama di berbagai level.

“Nama-nama ini kami himpun dari aspirasi struktural hingga kultural NU, lalu kami kelompokkan agar terlihat peta kekuatan dan kecenderungannya,” kata Wildan saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Dari total 14 kandidat, dua nama yang paling banyak disorot publik adalah petahana Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Gus Yahya saat ini menjabat Ketua Umum PBNU, sementara Cak Imin dikenal sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum DPP PKB.

Insantara kemudian membagi 14 nama tersebut ke dalam empat klaster utama.

Pada klaster internal PBNU, tercatat nama Gus Yahya, Mohammad Nuh, Syaifullah Yusuf, dan Zulfa Mustofa.

Sementara klaster PWNU diisi oleh Abdul Ghaffar Razin, Abdul Hakim Mahfudz, serta Juhadi Muhammad. Ketiganya dinilai memiliki basis struktural yang kuat di wilayah.

Untuk klaster tokoh NU dan pesantren, muncul nama Imam Jazuli, Abdussalam Shohib, Yusuf Chudlori, dan Marzuqi Mustamar—figur-figur yang dikenal dekat dengan basis kultural dan pesantren NU.

Adapun klaster tokoh politik dan pemerintahan mencakup Cak Imin, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Menurut Wildan, aspirasi dari PWNU, PCNU, hingga warga NU kultural menunjukkan dorongan kuat terhadap transisi kepemimpinan PBNU. “Desakan agar PBNU dipimpin nakhoda baru cukup terasa dan menjadi indikator penting dalam dinamika menjelang Muktamar,” ujarnya.

Sebagai informasi, rapat pleno PBNU sebelumnya telah menyepakati bahwa Muktamar ke-35 NU akan digelar pada Juli atau Agustus 2026. Dengan waktu yang kian mendekat, dinamika bursa calon Ketua Umum PBNU diperkirakan akan semakin menghangat.

Editor : Patricia Aurelia

News Terbaru