Loading
Sosialisasi Roadshow Penguatan Kelembagaan yang berlangsung di Sekretariat Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Sabtu (29/11/2025). (Foto: Istimewa)
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM — Komitmen memperkuat demokrasi Indonesia kembali digaungkan dalam Sosialisasi Roadshow Penguatan Kelembagaan yang berlangsung di Sekretariat Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Sabtu (29/11/2025). Kegiatan yang melibatkan peserta Kaderisasi Pratama KAJ ini menjadi wadah refleksi sekaligus pembekalan mengenai pentingnya peran generasi muda dalam merawat Pemilu yang berintegritas.
Dengan tema besar “Panggilan Orang Muda: Merawat Indonesia, Menguatkan Pemilu dan Demokrasi,” hadirnya Bawaslu Provinsi DKI Jakarta memberi sorotan utama pada penguatan kelembagaan dan hukum pemilu. Roadshow ini juga menjadi ruang diskusi lintas perspektif — mulai dari pakar kepemiluan, tokoh gereja, hingga praktisi politik.
Kualitas Demokrasi Menurun, Politik Uang Masih Dominan
Dalam paparan pembuka, Prof. A. Ramlan Surbakti, pakar kepemiluan nasional, memaparkan bahwa posisi demokrasi Indonesia belum berada pada titik ideal. Merujuk pada lima lembaga penilai demokrasi internasional, ia menilai Indonesia masih harus bekerja keras untuk menjadi negara dengan demokrasi mapan.
Dua persoalan besar dinilai menjadi penghambat utama: politik uang dan penyalahgunaan kewenangan. Ramlan juga menyoroti maraknya misinformasi, disinformasi, dan malinformasi yang makin kabur batasnya di ruang politik modern.
“Ketika informasi dipelintir, kepercayaan publik ikut terkikis. Integritas pemilu terancam,” tegasnya.
TSBP 4 Tekankan Mentalitas & Spiritualitas Kader Muda
Materi berikutnya disampaikan RD Antonius Suyadi, Ketua TSBP 4 KAJ. Ia menekankan bahwa kaderisasi pemuda Katolik bukan hanya proses transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter melalui tiga tingkatan: Pratama, Madya, dan Paripurna.
Menurutnya, Gereja berharap anak muda terlibat lebih luas dalam ruang publik — menjadi PNS, anggota TNI–Polri, hingga profesi strategis lain yang memberi dampak pada bangsa.
“Integritas bukan teori, tetapi watak. Kita harus hadir di ruang yang membutuhkan terang dan kejujuran,” ujarnya.
Yulius Setiarto: Peluang Tak Datang Dua Kali
Sesi terakhir diisi Yulius Setiarto, Anggota Komisi I DPR RI sekaligus anggota Badan Pekerja FMKI. Ia menegaskan bahwa disiplin mental, spiritual, dan fisik adalah fondasi kesiapan generasi muda memasuki dunia profesional maupun politik.
“Kesempatan tidak selalu bisa ditebak. Yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan diri,” tuturnya.
Mendorong Pemilu Lebih Bersih dan Berkeadilan
Melalui kegiatan ini, FMKI dan Bawaslu DKI Jakarta berharap muncul lebih banyak pemuda Katolik yang tidak hanya kritis, tetapi juga siap mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan demokrasi. Kaderisasi yang kuat diharapkan menjadi pondasi lahirnya pemimpin masa depan yang bebas dari politik uang serta menjunjung tinggi nilai keadilan dalam pemilu.