Rabu, 14 Januari 2026

Dirikan Literasi Politik Indonesia, Ujang Komarudin: Demokrasi Tak Akan Bertahan tanpa Nalar Publik yang Kuat


  • Jumat, 21 November 2025 | 11:00
  • | News
 Dirikan Literasi Politik Indonesia, Ujang Komarudin: Demokrasi Tak Akan Bertahan tanpa Nalar Publik yang Kuat Tangkapan layar Pengamat politik dan juga Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Ujang Komarudin, Rabu (13/11/2024, 12.55 WIB). ANTARA/Instagram/@ujangkomarudin

JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM — Pakar politik Ujang Komarudin resmi mendirikan lembaga Literasi Politik Indonesia (LPI) sebagai wadah edukasi publik yang berfokus pada penguatan kualitas demokrasi nasional. Pembentukan lembaga ini sekaligus menjadi langkah strategis Ujang dalam merespons kondisi demokrasi Indonesia yang dinilai tengah menghadapi tantangan serius.

Menurut Ujang, Indonesia berada pada fase yang sangat krusial dalam perjalanan demokrasi kontemporer. Sejumlah kajian menunjukkan adanya persoalan struktural yang perlu segera dibenahi, mulai dari korupsi politik, dominasi oligarki, lemahnya representasi, hingga merosotnya nalar publik dalam membaca isu-isu kenegaraan.

“Demokrasi tak akan bertahan tanpa nalar publik yang kuat. Karena itu, literasi politik harus diperkuat agar masyarakat mampu berpikir kritis dan rasional dalam setiap keputusan politik,” ujar Ujang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Ia menegaskan bahwa peluncuran LPI sekaligus menjadi penanda dirinya kembali menjalani peran sebagai akademisi dan pengamat politik. Setelah berada di lingkar pemerintahan, Ujang memilih kembali ke kampus untuk memberi kontribusi dari luar struktur resmi negara.

“Saya memutuskan kembali ke kampus, kembali menjadi akademisi, dan kembali mengawal demokrasi dari luar pemerintahan. Saya ingin menghadirkan narasi yang objektif, substantif, dan konstruktif di ruang publik,” tegasnya dikutip Antara.

Ujang menjelaskan bahwa LPI dirancang sebagai platform edukasi strategis untuk memperkuat kapasitas politik generasi muda, yang ia nilai sebagai aktor kunci masa depan demokrasi Indonesia. Ia menilai anak muda memiliki peran yang sangat menentukan dalam mengarahkan kualitas demokrasi di masa mendatang.

“Generasi muda memiliki peran strategis sebagai penentu arah masa depan demokrasi Indonesia. Karena itu, lembaga ini saya bentuk untuk mewadahi mereka agar lebih siap memahami dan mengawal proses politik,” katanya.

Melalui LPI, Ujang berharap lahir masyarakat yang melek politik, kritis, dan tidak mudah terjebak pada informasi yang menyesatkan. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terlibat dalam upaya memperkuat demokrasi.

“Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga demokrasi Indonesia agar tetap kuat, sehat, dan bermartabat,” ujarnya.

 

Editor : Farida Denura

News Terbaru