Rabu, 14 Januari 2026

KPU Rilis Indeks Partisipasi Pilkada 2024: Jawa Timur hingga Sulawesi Selatan Jadi Daerah Terpartisipatif


  • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:00
  • | News
 KPU Rilis Indeks Partisipasi Pilkada 2024: Jawa Timur hingga Sulawesi Selatan Jadi Daerah Terpartisipatif Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin bersama Komisioner KPU RI August Mellaz dan Dirjen Polpum Kemendagri Bachtiar meresmikan Indeks Partisipasi Pilkada 2024 di Jakarta, Sabtu (18/10/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi merilis Indeks Partisipasi Pilkada (IPP) 2024, yang menjadi tolok ukur tingkat keterlibatan masyarakat dalam pemilihan kepala daerah. Dari hasil tersebut, empat provinsi berhasil mencatat partisipasi tertinggi dan dinobatkan sebagai daerah paling partisipatif.

Keempat provinsi itu adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. Menurut Komisioner KPU RI August Mellaz, capaian ini menunjukkan bahwa partisipasi pemilih Indonesia sudah mencapai level yang cukup menggembirakan, yaitu pada tahap engagement atau keterlibatan aktif.

“IPP ini bukan hanya data angka partisipasi, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk pendidikan pemilih berkelanjutan. Dari sini kita bisa melihat inisiatif dan inovasi yang mendorong partisipasi masyarakat,” ujar August dalam acara Launching Indeks Partisipasi Pilkada 2024 di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).

Empat Provinsi Paling Partisipatif

Berdasarkan data KPU, tingkat partisipasi pemilih di empat provinsi tersebut adalah:

  • Jawa Timur: 80,87 persen
  • Jawa Tengah: 79,10 persen
  • Sulawesi Utara: 79,05 persen
  • Sulawesi Selatan: 78,27 persen

August menjelaskan bahwa Indeks Partisipasi Pilkada dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu participatory, engagement, dan involvement.

  • Ada 4 provinsi di kategori participatory
  • 31 provinsi di kategori engagement
  • Dan 2 provinsi di kategori involvement

Sementara di tingkat kabupaten/kota, terdapat 24 daerah masuk kategori participatory, 446 daerah dalam engagement, dan 38 daerah di involvement.

Lima Dimensi yang Diukur

Indeks ini mengukur lima aspek penting, yaitu:

  1. Registrasi pemilih
  2. Proses pencalonan
  3. Kegiatan kampanye
  4. Sosialisasi dan pendidikan pemilih
  5. Partisipasi masyarakat serta tingkat kehadiran pemilih (voter turnout)

“Indeks ini memberi gambaran lengkap, tidak hanya soal seberapa banyak masyarakat datang ke TPS, tetapi juga bagaimana mereka terlibat dalam seluruh tahapan demokrasi,” tambah August.

Partisipasi Pemilih Masih Jadi Tantangan

Sementara itu, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin menilai peningkatan partisipasi pemilih masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Menurutnya, dibutuhkan lebih banyak inovasi dan riset untuk menemukan cara paling efektif dalam meyakinkan masyarakat agar mau menggunakan hak pilihnya.

“Kita perlu menguatkan strategi agar partisipasi pemilih terus meningkat. Desain kebijakan juga harus didukung riset agar kita tahu mana yang berhasil dan mana yang perlu diperbaiki,” jelas Afif.

Afif juga menegaskan bahwa Pilkada bukan hanya tanggung jawab KPU semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa — mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat sipil, hingga warga negara.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Setiap tahapan pemilu selalu punya tantangan, tapi setiap tantangan pasti ada solusinya. Karena itu, masukan dari berbagai pihak sangat kami butuhkan,” tuturnya dikutip Antara.

Melalui peluncuran IPP 2024 ini, KPU berharap masyarakat semakin sadar pentingnya berpartisipasi dalam Pilkada. Partisipasi bukan sekadar datang ke TPS, tetapi juga bagian dari proses menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Editor : Farida Denura

News Terbaru