Loading
Erick Thohir, terlihat gunakan PSSI sebagai kendaraan politik mobilisasi massa dan opini saat ini dan pada saat pilpres tak dapat dihindari. (Liputan6.com)
JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indoensia Bersatu, Muslim Arbi mengatakan di depan Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan dukung Erick - Ganjar sebagai Capres - cawapres di Mukernas PAN di Semarang.
Dukungan itu pun didiamkan oleh Jokowi. Artinya bisa jadi pasangan Capres-cawapres versi PAN di setujui oleh Jokowi yang sedang tebar jaring Capres jagoan nya.
“Kalau tidak di bantah Jokowi soal dukungan Zulhas - PAN itu. Artinya spekulasi Jokowi dukung siapa saja capres. Asal bukan Anies? Karena Jokowi juga mendiamkan saat Anies di serang sebagai Capres dari Nasdem dan PKS itu. Benar adanya,”ungkap Muslim Arbi dalam pernyataan yang diterima media ini Selasa (28/2/2023).
Lanjut dia, akan halnya Erick Thohir, terlihat gunakan PSSI sebagai kendaraan politik mobilisasi massa dan opini saat ini dan pada saat pilpres tak dapat dihindari.
“Jadi kalau Erick harus menangkan posisi Ketua Umum PSSI dengan berapapun ongkos nya akan dia keluarkan. Karena Erick tidak punya kendaraan politik, kecuali dia harus berli parpol atau beli koalisi untuk dapat tiket capres,”jelasnya.
Menurut Muslim Arbi, Menteri BUMN itu juga terlihat berambisi ambil alih PSSI untuk dukungan massa pilpres kalau dia dapat tiket.
“Dukungan Zulkifli Hasan di depan Jokowi itu soal pencapresan Erick di 2024 membuktikan kebenaran Erick maju sebagai Capres 2024. Dan itu dibuktikan dengan bertebar nya sejumlah spanduk dan baliho di berbagai titik,”tandas Muslim Arbi
Lebih lanjut Muslim Arbi mengatakan pembiaran rangkap jabatan oleh Erick di Kabinet dan di PSSI dapat dianggap Erick gunakan segala cara untuk raih ambisi politik nya termasuk gunakan dukungan dari Jokowi. Dan Jokowi diamkan.
Erick juga pernah dikritik soal gunakan fasilitas kementerian BUMN untuk kepentingan politik diri nya. Di sejumlah Layar ATM Bank Plat merah merah Erick berkampanye ria.
“Jadi kalau posisi di PSSI saat ini semakin pertegas. Untuk ambisi dan kepentingan politiknya. Gimana bola Indonesia mau maju, kalau cuma untuk kendaraan politik pencitraan untuk raih jabatan kekuasaan,”Muslim Arbi mempertanyakan.
Bisa jadi, bola Indoensia makin terpuruk di tangan Erick. Bukan maju malah babak belur iya. Abis bola cuma jadi ajang politik sih,”pungkasnya.