Rabu, 14 Januari 2026

Ketika Luhut B Panjaitan Ditugaskan Menghubungi Prabowo


 Ketika Luhut B Panjaitan Ditugaskan Menghubungi Prabowo Luhut Binsar Panjaitan. (Net)

JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Luhut Binsar Panjaitan adalah orang yang dipercayakan Capres Jokowi untuk memediasi pertemuan dengan Capres Prabowo Subianto. Kepada sejumlah media, Purnawirawann Jenderal ini mengungkapkan isi pembicaraan teleponnya dengan calon presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu mengatakan langkahnya menghubungi Prabowo atas perintah Presiden Joko Widodo untuk membahas perhitungan suara dalam pemilihan presiden 2019.

"Kami ingin tunggu (hasil perhitungan suara) dengan damai dan tunggu hasil pengumuman KPU (Komisi Pemilihan Umum)," ujar Luhut saat ditemui di kantor pusat Bluebird, Mampang, Jakarta Selatan, Senin, (22/4/2019).

Percakapan telepon ini sudah terjadi pada Minggu, 21/4/2019. Awalnya disinyalir utusan Jokowi yang bakal menghubungi Prabowo adalah juru bicara Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Erick Tohir. Pasalnya, Erick dikenal dekat dengan kubu Capres 02, Koalisi Adil Makmur. Lelih khusus lagi, dengan calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Namun, belakangan, diketahui Luhut yang diberi kepercayaan menghubungi mantan Danjen Kopassus itu. Upaya membangun komunikasi ini bertujuan mendinginkan suasana politik dimana kedua kubu sama-sama mengklaim menang atas kontestasi Pilpres 2019 yang baru lewat.

Kubu Jokowi memandang pihaknya menang lantaran mengacu pada hasil hitung cepat atau quick count beberapa lembaga survey. Sedangkan kubu Prabowo mengklaim unggul berdasarkan hasil hitung nyata atau real count dari tim internalnya di lapangan.

Kendati membincangkan persoalan Pilpres 2019, Luhut mengaku komunikasinya Prabowo sebagai Capres 02 itu bukan untuk negosiasi tentang hasil perhitungan suara. Apalagi, soal lobi-melobi.

"Kami sudah lama bersama dan berteman. Tidak ada konteks negosiasi. Dalam hal ini konteksnya sebagai sesama mantan perwira, khususnya mantan perwira Kopassus," ucap Luhut.

Luhut mengaku mengenal dengan sangat baik pada sosok seorang Prabowo di lingkungan TNI. Luhut bahkan memuji Prabowo sebagai pribadi rekan sejawatnya. Menurut dia, Prabowo adalah sosok yang patriotis dan nasionalis.

Pada kesempatan itu, Luhut bahkan menyebut Prabowo sebagai "bapak demokrasi". Untuk itu dia minta agar komunikasinya dengan Prabowo tidak diasumsikan keliru.

Selain itu, pada kesempatan itu, Luhut meminta masyarakat menghargai hasil perhitungan suara dari KPU. Perwira lulusan Akademi Militer Nasional angkatan 1970 itu mengatakan pelaksanaan Pemilu di Indonesia telah berlangsung demokratis, bahkan diakui dunia internasional.

"Hampir 20-30 negara mengatakan pelaksanaan pemilu kita ini jujur dan adil. Kredibel menurut mereka," ucapnya.

Mantan perwira jenius ini menyatakan pengakuan itu datang dari sejumlah duta besar. Di antaranya dari Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Republik Rakyat Cina.

"Ini dicatat sebagai proses demokrasi hebat, presiden dan parlemen pemilihan dilaksanakan dalam 1 hari," tuturnya. 

Politik Terbaru