Loading
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. (Arahkita/Dominikus Lewuk)
JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan dirinya belum mendapat informasi langsung dari Dubes RI untuk Kerajaan Malaysia, Rusdy Kirana, soal isu surat suara yang tercoblos sebagaimana sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Hal itu dikatakan saat dimintai tanggapannya oleh wartawan usai acara bedah buku berjudul "Adempol" yang ditulis politikus PKB Lukmanul Hakim, di Kantor Fraksi PKB Lt.18 Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/4/2019).
"Saya tentu berharap agar kasus tersebut segera diatasi oleh KPU dan Bawaslu. Kiranya ada penjelasan yang lebih detail supaya tidak ada prasangka-prasangka agar semua jadi jelas," kata pria yang disapa Cak Imin.
Ketika ditanya soal tanggapan KPU, Cak Imin pun mengaku belum mendapat informasi.
"Saya belum tahu. Pokoknya kita tunggu saja pernyataan resmi dari KPU dan Bawaslu menyangkut apa yang terjadi di Malaysia. Kita kalau itu terjadi juga prihatin," ujarnya singkat.
Sebelumnya, sebuah video rekaman terkait surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia, Jumat (12/4/2019). Dalam video tersebut tampak beberapa orang yang sedang asyik mencoblos surat suara sebagaimana dimaksud. Padahal jadwal pencoblosan untuk Malaysia baru akan dilakukan Minggu (14/4/2019) dimana hari terakhir bagi TPS di Luar Negeri termasuk Kerajaan Malaysia.
Peristiwa tersebut dapat dikatakan menarik, karena bagaimana mungkin kertas suara tersebut dibundel dalam plastik warna hitam, seperti daging kurban yang siap dibagi-bagikan kepada warga.
Tak tanggung-tanggung, petugas menemukan ada 158 kantong surat suara capres dan cawapres serta surat suara DPR RI yang sebagian di antaranya sudah dicoblos. Selain itu, relawan dan Panwaslu Kuala Lumpur juga menemukan surat suara di Sungai Lekas Bangi sebanyak 97 kantong.