Rabu, 14 Januari 2026

Andreas Hugo Pareira, antara Apresiasi dan Curhat Politik Pencalegan


 Andreas Hugo Pareira, antara Apresiasi dan Curhat Politik Pencalegan Politisi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengapresiasi buku berjudul "Winning Strategi - Strategi Jitu Pemenangan Legislatif", karya dosen dan Konsultan Politik Bonggas Adhi Chandra. (Arahpolitik/Rafael)

JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Politisi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengapresiasi buku berjudul "Winning Strategi - Strategi Jitu Pemenangan Legislatif", karya dosen dan Konsultan Politik Bonggas Adhi Chandra. Buku tersebut baru saja diluncurkan sekaligus dibeda di ruang Media Center DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Dalam kesempatan itu Andreas Pareira hadir sebagai salah satu pembicara, bersama Yunarto Wijaya (Charta Political) dan Burhanuddin (Indikator) keduanya dari lembaga survei.

''Pertama-tama, saya mengapresiasi betul buku yang ditulis oleh Bang Bonggas ini. Karena sudah beberapa kali saya ikut Pemilu, terutama Pileg sejak tahun 2004 sampai sekarang. Saya pernah juga baca buku yang diterbitkan oleh Frederick Neomen Steve yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Buku tersebut memberikan beberapa strategi bagaimana mempersiapkan kampanye dan lain-lain. Meski masih sangat umum, tetapi buku yang ditulis oleh Mas Bonggas ini benar-benar bagus, baik secara teori maupun apa yang dipraktekan oleh beliau sendir,i jadi ini mirip-mirip kampanyenya bapak SBY, AHY,''kata Andreas Pareira mengawali tanggapannya.

Lanjut dia, sebelumnya telah dijelaskan penulis, jadi seharusnya itu dilakukan oleh seorang caleg dari mulai mempersiapkan diri baik mental dan yang lainnya termasuk tiga poin yakni dana harus cukup, strategi dan timses yang kredibel.

''Jadi, inilah yang harus dilakukan oleh para caleg bagaimana langkah-langkah untuk memenangkan suatu pemilihan legislatif. Seperti yang sekarang kita tahu, bahwa suka atau tidak suka rakyat dibawah itu mereka ingin melihat orangnya, sehingga faktor figur sangat menentukan untuk memenangkan Pileg ini dan itu saya mengalaminya langsung,'' jelas anggota Dewan dari dapil NTT 1 meliputi kabupaten Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur itu.

Soal isu bahwa pileg ini tenggelam sambung Andreas Pareira, sebenarnya tidak juga. Dia melihat di beberapa dapil, pertarungan itu pertama di tingkat kabupaten dan kota itu sangat kencang, tetapi memang sebatas mereka yang mempunyai dana yang cukup.

''Akhir-akhir ini beberapa media mengangkat soal dana. Saya harus katakan tak mau keluar uang banyak tetapi ini realita yang kita hadapi di lapangan. Saya kira teman-teman tahu, cuma bagaimana mengukur ini agar efisien dan efektif. Jadi ini yang saya lihat di dalam buku Strategy Jitu Pemenangan Legislatif diberikan panduan-panduan. Cuma ada bebarapa catatan atau kritik di antaranya, buku ini agak terlambat muncul terbitnya. Kalau saja terbit ada enam bulan lalu saya kira ini bisa jadi best seller, tetapi masih ada waktulah. Itu dari segi penerbitan agak terlambat,''katanya.

Berdasarkan pengalamannya, yang pernah belajar ilmu politik lebih dari 20-30 tahun, dia mengaku ada kendala juga ketika mempraktekkannya.

''Belajar ilmu politik bukan hanya Plato dan Aristoteles, tetapi kita belajar bagaimana Marchiaveli dan di dalam lapangan antara Plato dan Marchiaveli itu berimbang. Jadi, itulah kenyataan di lapangan. Ada yang kita bilang jangan ini dan itu tetapi bagaimana dengan segala resiko untuk memenangkan ini dan banyak melakukan itu demi memenangkan itu dan akhirnya seperti pertarungan jadi atau tidak,'' kisah Anggota Komisi I DPR RI itu.

''Sekali lagi, pengalaman saya ketika di Bogor , banyak juga caleg setelah tak jadi ada yang masuk rumah sakit jiwa. Dan, maaf juga banyak caleg perempuan yang datang ke kami dan mengeluh. Kenapa, karena persoalan keuangan dan rumah tangga setelah pencalegannya kalah. Itu fakta yang ada. Jadi, dengan sistim yang sekarang ini membutuhkan biaya yang cukup atau dalam bahasa jor-joran sebebrapa pun saya pertaruhan untuk kepentingan memenangkan pileg ini,'' tuturnya.

Laporan:Rafael

Editor : Farida Denura

Politik Terbaru