Loading
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait. (Beritasatu)
JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait memprediksikan, Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP PartaiGerindra, Prabowo Subianto bakal 'satu pemerintahan'. disampaikan dalam sebuah diskusi refleksi akhir tahun 2018 bertema 'Memperteguh Komitmen Kebangsaan di Tahun Politik 2019, Minggu (30/12/2018).
"Jadi, meski bertarung dalam pilpres, tapi tidak tertutup kemungkinan mereka akan berada dalam satu pemerintahan selepas Pilpres April 2019. Saya kenal mereka berdua berkawan baik, dan saya yakin mereka berdua bisa menjadi kawan yang baik," kata Maruar.
Maruarar menyebut ada beberapa bukti dalam sejarah persahabatan dan kenegarawanan Prabowo bisa terlihat setelah pilpres 2014. Ketika diundang Jokowi dalam pelantikan di Istana Negara, Prabowo Subianto tetap hadir. Selain itu, sesudah KPU memutuskan Jokowi menang, kubu Prabowo-Hatta masih datang ke MK. Kemudian di MK diputuskan menang Jokowi-Jusuf Kalla.
"Kemudian Pak Jokowi cerita sama saya, akan mengundang Pak Prabowo. Dia datang sendiri ketemu Pak Prabowo mengundang. Dengan jiwa besar juga Pak Prabowo hadir di gedung MPR dan dihargai oleh Pak Jokowi," ujar politisi PDI Perjuangan itu.
Karenanya, sudah baik karena dua pasangan calon presiden itu terlihat menyatu. Jika dilihat dari sejarah persahabatan antara Jokowi dan Prabowo tersebut, maka sangat jelas tidak tertutup kemungkinan jika nantinya Jokowi dan Prabowo bisa duduk dalam satu pemerintahan. Demi keberlangsungan dan kepentingan bangsa yang lebih besar, maka bersatunya Jokowi-Prabowo adalah jauh lebih penting dari pada kepentingan kekuasaan.
"Jadi politik kita akan semakin luar biasa hebatnya. Jadi Jokowi dan Prabowo itu bukan tidak mungkin setelah pilpres nanti mereka dalam satu pemerintahan yang sama," ujarnya optimis.
Selain itu, Maruarar Sirait juga menghimbau agar masyarakat tidak mengisi masa kampanye pilpres dengan isu-isu terkait SARA. Lebih baik masyarakat kritis menanyakan program di antara kedua pasangan calon pemimpin Indonesia dalam periode berikutnya.
"Jadi, kalau ingin menang, jangan pakai isu SARA. Kerja yang berintegritas. Apa karyamu untuk persatuan Indonesia, tanya Jokowi dan Prabowo. Apa yang kau kerjakan untuk membuat Indonesia, yang rakyat miskinnya bisa terakses di bidang pendidikan dan kesehatan, tanya mereka berdua. Harusnya begitu, berlomba-lomba berbuat kebaikan dan manfaat," tutup Anggota DPR RI Fraksi PDIP tersebut.
Laporan: Rafael