Loading
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (4/12/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM — Wacana Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung dengan Partai Gerindra mulai menuai tanggapan dari berbagai pihak. Dari internal Gerindra, sinyal positif datang dari Ketua Dewan Kehormatan Ahmad Muzani yang menegaskan partainya bersifat terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung.
“Gerindra adalah partai terbuka. Siapa pun bisa bergabung, asalkan memenuhi syarat umum, yaitu sudah berusia 17 tahun atau menikah, dan tentu warga negara Indonesia,” ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Muzani menambahkan, partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu tidak menutup diri terhadap sosok mana pun, termasuk Budi Arie yang dikenal publik sebagai tokoh relawan pendukung Presiden Joko Widodo. “Yang penting niatnya untuk berjuang bersama membangun bangsa,” kata Muzani.
Meski demikian, Muzani mengaku belum sempat bertemu dengan Budi Arie maupun berdiskusi langsung dengan Prabowo Subianto terkait kabar tersebut. “Saya belum bertemu Presiden (Prabowo) sejak isu ini muncul,” ujarnya singkat.
Gibran: Relawan Harus Menginduk ke Presiden
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai langkah Budi Arie merupakan hak politik setiap warga negara. Ia juga melihat arah keputusan tersebut selaras dengan semangat relawan yang kini harus berfokus mendukung agenda Presiden Prabowo.
“Itu hak sebagai warga negara untuk bergabung ke partai mana pun. Seluruh kekuatan relawan memang sebaiknya menginduk ke Presiden,” ujar Gibran di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat.
Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu bahkan menyebut keputusan Budi Arie sebagai langkah strategis. Menurutnya, dengan berlabuhnya relawan Projo ke Gerindra, kesinambungan visi dan program prioritas pemerintahan dapat berjalan lebih solid.
“Saya kira itu keputusan yang baik dan tepat. Dengan begitu, visi-misi serta program Presiden bisa dijalankan dengan baik,” kata Gibran.
Projo dan Arah Politik Baru
Dalam Kongres III Projo yang digelar Sabtu (1/11/2025), Budi Arie sempat menyampaikan pesan yang kini menjadi sorotan publik. Ia mengajak para relawan untuk memperkuat partai politik pimpinan Presiden sebagai bentuk dukungan penuh terhadap arah kepemimpinan nasional.
“Kita berharap bisa memperkuat agenda politik Pak Prabowo agar kepemimpinannya lebih kuat, lebih solid,” tutur Budi Arie di hadapan ribuan relawan.
Ia pun memberi sinyal akan segera berpartai politik, meski enggan menyebut nama partai yang dituju. “Mohon izin, kalau suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahami. Enggak usah ditanya partainya apa,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta kongres.
Budi Arie bahkan mengungkap dirinya sebagai salah satu orang yang diminta langsung oleh Presiden dalam forum resmi. “Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta Presiden langsung,” katanya dikutip Antara.
Dinamika Politik dan Konsolidasi Kekuasaan
Wacana bergabungnya Budi Arie ke Gerindra menandai babak baru dalam konsolidasi politik di era pemerintahan Prabowo. Jika langkah ini benar terjadi, maka dukungan relawan yang selama ini berakar dari basis pendukung Jokowi akan menjadi tambahan kekuatan bagi partai berlambang kepala Garuda itu.
Gerindra pun tampak tak ingin menutup peluang tersebut. Dengan sikap terbuka yang disampaikan Ahmad Muzani dan restu moral dari Gibran, sinyal politik semakin jelas: barisan relawan siap bertransformasi menjadi kekuatan politik formal untuk memperkuat pemerintahan.