Rabu, 14 Januari 2026

Budi Arie Kembali Pimpin Projo, Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran


 Budi Arie Kembali Pimpin Projo, Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran Ketua Umum (Ketum) Projo Budi Arie Setiadi berbicara dalam Kongres III Projo, Jakarta Pusat, Minggu (2/11/2025). ANTARA/Nadia Putri Rahmani.

JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM — Budi Arie Setiadi resmi kembali memimpin organisasi relawan Projo untuk periode 2025–2030. Keputusan tersebut diambil dalam Kongres III Projo yang digelar di salah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat pada Sabtu (1/11/2025) hingga Minggu (2/11/2025).

Dalam sambutannya, Budi menegaskan bahwa Projo akan terus bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga semangat persatuan dan mendukung arah pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Hasil Kongres III Projo telah menempatkan saya kembali sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030. Kongres juga menghasilkan lima resolusi utama yang akan menjadi arah perjuangan organisasi,” ujar Budi Arie.

Lima Resolusi Projo 2025

Dalam kongres tersebut, Projo merumuskan lima poin resolusi penting:

1. Mendukung dan memperkuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
2. Menyukseskan agenda politik Presiden Prabowo menuju 2029.
3. Melakukan transformasi organisasi agar lebih relevan dengan perubahan situasi nasional.
4. Mendorong politik persatuan nasional.
5. Berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Menurut Budi, Projo kini memasuki fase baru setelah satu dekade berada di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. “Kita harus menyesuaikan diri dan bertransformasi untuk menjawab tantangan ke depan. Pemerintahan Prabowo-Gibran adalah keberlanjutan dari pembangunan sebelumnya. Maka semangat kita adalah melanjutkan dan memperkuat,” tegasnya.

Bantah Isu Putus Hubungan dengan Jokowi

Budi Arie juga membantah anggapan bahwa Projo telah “berpisah” dengan mantan Presiden Joko Widodo. Ia menegaskan, Projo justru lahir dari semangat dan inspirasi Jokowi sebagai pemimpin rakyat.

“Jangan di-framing seolah Projo putus hubungan dengan Pak Jokowi. Projo lahir karena ada Jokowi, seorang pemimpin yang tumbuh dari rakyat,” tegas Budi.

Ia bahkan mengaku masih berkomunikasi langsung dengan Jokowi menjelang Kongres III. “Saya masih bertelepon dengan Pak Jokowi pagi tadi, membicarakan hasil kongres dan rencana transformasi organisasi,” ujarnya.

Projo Akan Ganti Logo, Sayembara Dibuka untuk Publik

Salah satu keputusan menarik dari kongres kali ini adalah rencana pergantian logo Projo. Logo lama yang menampilkan siluet wajah Jokowi akan diganti dengan simbol baru yang merepresentasikan semangat jangka panjang organisasi.

“Logo baru Projo akan mencerminkan nilai dan cita-cita besar yang bisa bertahan lama, bahkan lintas generasi,” jelas Budi.
Menariknya, pemilihan logo baru akan dilakukan melalui sayembara terbuka agar publik dapat berpartisipasi langsung.

Seruan Dukungan untuk Pemerintahan Baru

Dalam pidato penutupnya, Budi mengajak seluruh anggota Projo di berbagai daerah untuk mendukung pemerintahan baru.

“Kita sama-sama menggerakkan dan memperkuat agar program-program kerakyatan Presiden Prabowo benar-benar terasa manfaatnya bagi rakyat,” ucapnya.

Budi juga menegaskan bahwa kekuatan Projo bukan di usia organisasinya yang baru 12 tahun, melainkan pada semangat perjuangan dan pengorbanan anggotanya.
“Selama ada rakyat, di situlah ada energi, ada harapan, dan ada optimisme. Karena yang dibutuhkan bangsa ini adalah harapan rakyat,” tutupnya dikutip Antara.

Editor : Farida Denura

Politik Terbaru