Loading
Dasco bertemu Megawati, PDIP babung Koalisi Prabowo? (©merdeka.com)
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM - Pertemuan antara Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dinilai tidak mengubah arah politik PDIP. Analis komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio (Hensa), menyebut PDIP masih konsisten mendukung pemerintahan Prabowo Subianto, namun tetap dari luar kabinet.
Menurut Hensa, pertemuan tersebut lebih merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo merangkul semua kekuatan politik, termasuk menyampaikan pesan pribadi kepada Megawati.
“Bagi saya, arah politiknya masih sama. PDIP mendukung pemerintahan Pak Prabowo, tapi tidak harus duduk di kursi kabinet,” ujar Hensa, Jumat (6/6/2025).
Dukungan di Luar Kabinet
Ia menekankan bahwa bentuk dukungan PDIP terhadap pemerintahan Prabowo tidak harus diwujudkan melalui posisi menteri. Sebaliknya, dukungan tersebut ditunjukkan melalui sikap politik yang konstruktif terhadap program-program pembangunan nasional.
“PDIP sudah sejak awal menyampaikan dukungan terhadap program-program Prabowo, dan sejauh ini belum ada indikasi perubahan arah,” jelasnya.
Sebagai bentuk resiprositas, Hensa menyebut Prabowo juga menunjukkan penghormatan terhadap posisi strategis yang dipegang PDIP, seperti tidak mengganggu kursi Ketua DPR RI yang kini diduduki Puan Maharani, meski secara politik hal itu memungkinkan.
“Dengan kekuatan 80 persen di parlemen, sangat mudah bagi Prabowo merevisi UU MD3. Tapi itu tidak dilakukan,” tambahnya.
Sejarah yang Berulang?
Lebih lanjut, Hensa membandingkan sikap politik PDIP saat ini dengan era pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, meski tidak masuk kabinet, PDIP tetap mendukung pemerintahan SBY dalam beberapa kebijakan strategis. Bahkan, sejumlah kader seperti Taufik Kiemas mendapat posisi penting di lembaga tinggi negara.
“Saat itu Pak Taufik Kiemas jadi Ketua MPR. Jadi kalau sekarang ada kader PDIP yang diberi jabatan duta besar atau posisi strategis lainnya, itu bisa dianggap sebagai bonus, bukan bentuk koalisi formal,” paparnya.
Pertemuan Rahasia, Pesan Khusus
Sebelumnya, Dasco Ahmad bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi diketahui mengunjungi kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Dasco mengungkapkan bahwa dirinya diutus langsung oleh Presiden Prabowo untuk menyampaikan pesan khusus yang bersifat rahasia.
“Kami menyampaikan pesan dari Pak Prabowo dan menerima pesan balik dari Ibu Megawati,” kata Dasco, Kamis (5/6), di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh PDIP seperti Ketua DPR RI Puan Maharani, Yasonna Laoly, dan Said Abdullah. Momen tersebut sempat diabadikan dalam unggahan Instagram Dasco dan Prasetyo, disertai narasi bahwa pertemuan berlangsung beberapa hari sebelumnya.
“Saya mendapatkan wejangan dan masukan demi kepentingan bangsa dan negara di bawah kepemimpinan Pak Prabowo,” tulis Dasco dalam keterangan unggahan fotonya dikutip dari Antara.
Meski belum masuk dalam struktur kabinet, hubungan politik antara PDIP dan pemerintahan Prabowo tampak berjalan harmonis. Sikap saling menghormati ini menjadi sinyal bahwa dukungan bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, bukan semata melalui koalisi formal.