Loading
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep (kanan) dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulsel, Kamis (29/1/2026). ANTARA/HO-PSI
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM - Target menuju Pemilu 2029 sudah dipasang oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dalam Rakernas yang digelar di Makassar baru-baru ini, Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, memberikan pesan menohok bagi seluruh kadernya: jangan berharap menang kalau struktur partai cuma kuat di atas kertas.
Logika Kemenangan, Bukan Laporan ABS
Kaesang menekankan bahwa struktur partai adalah fondasi utama yang tidak bisa ditawar. Menurut Faldo Maldini, Ketua Bidang Komunikasi Publik DPP PSI, Kaesang sangat mengedepankan logika elektoral yang terukur. Intinya, tidak ada kemenangan tanpa pengurus dan kader yang benar-benar ada di lapangan.
Satu hal yang ditegaskan Kaesang adalah penolakan keras terhadap budaya "Asal Bos Senang" (ABS). PSI tidak butuh laporan deskriptif yang hanya berisi kalimat-kalimat indah tapi minim substansi.
Kuantitatif vs Deskriptif
Bagi Kaesang, kekuatan partai itu harus bisa dihitung secara matematis (kuantitatif), bukan sekadar diceritakan (deskriptif). "Jangan tipu-tipu," begitu pesannya. Struktur partai bukan sesuatu yang bisa direkayasa atau dipalsukan hanya demi menyenangkan pimpinan.
Transformasi Menuju Fase Baru
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari transformasi serius PSI di bawah kepemimpinan Kaesang. Meski bukan lagi pemain baru di kancah politik, PSI ingin memastikan bahwa setiap pengurus dari pusat hingga daerah benar-benar solid. Logikanya sederhana: partai hanya bisa lolos dan menang jika ada orangnya, ada strukturnya, dan ada kerja nyata dari kadernya dikutip Antara.
Dengan pembersihan budaya laporan palsu dan penguatan struktur yang nyata, PSI tampak makin serius mengamankan tiket menuju kemenangan di 2029.