Loading
Hasto Kristiyanto PDIP kemanusiaan di atas elektoral HUT ke53 PDIP politik
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM — Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa identitas PDI Perjuangan tidak pernah diletakkan semata-mata sebagai mesin pemenangan pemilu. Bagi partai berlambang banteng moncong putih itu, nilai kemanusiaan harus berdiri lebih tinggi dibanding kalkulasi elektoral politik.
Penegasan tersebut disampaikan Hasto dalam pidatonya saat peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi di Sukabumi, Minggu (25/1/2026). Peresmian klinik itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDIP.
Menurut Hasto, gerak politik yang berpijak pada kemanusiaan tidak boleh dibatasi oleh hitung-hitungan suara. Selama rakyat menghadapi kesulitan, kehadiran negara—termasuk partai politik—menjadi keharusan moral.
“Suara kemanusiaan berbicara jauh di atas kalkulasi elektoral. Ketika gerak kemanusiaan justru dihambat, itu menunjukkan ketidakpahaman terhadap makna hakiki kemanusiaan. Selama rakyat menderita, kita wajib hadir di tengah mereka,” ujar Hasto.
Ia mencontohkan konsistensi tersebut melalui langkah PDIP mengirimkan ambulans, tenaga dokter, dan perawat ke wilayah terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatera Barat, meski PDIP bukan partai pemenang di daerah-daerah tersebut. Baginya, keberpihakan pada kemanusiaan tidak boleh ditentukan oleh peta kekuasaan.
Lebih jauh, Hasto mengingatkan para kader bahwa sejarah panjang PDIP menunjukkan ketangguhan partai justru lahir dari keberanian untuk tetap berdiri bersama rakyat, bahkan di tengah badai politik yang berat.
Pada HUT ke-53 ini, PDIP mengusung tema satyam eva jayate—kebenaran pasti menang. Hasto menyebut tema tersebut sebagai komitmen moral yang terus dihidupi partai, sejalan dengan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Ibu Mega menegaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan HUT ini menjadi perisai moral dan benteng etik bagi PDI Perjuangan untuk terus menegakkan kebenaran,” tuturnya.
Kebenaran yang dimaksud, lanjut Hasto, bukan sekadar retorika politik. Ia mencakup kebenaran ideologis, ketaatan pada konstitusi, penegakan hukum yang berkeadilan, serta kesetiaan pada mandat dan aspirasi rakyat Indonesia.
Sementara itu, peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi disebut Hasto sebagai wujud nyata politik kesehatan yang progresif. Klinik yang kembali beroperasi setelah vakum selama 15 tahun tersebut diharapkan menjadi ruang layanan kesehatan yang inklusif dan humanis.
“Kesehatan rakyat adalah syarat mutlak Indonesia untuk maju. Klinik ini harus melayani siapa pun tanpa melihat status sosial,” tegasnya.
Pada HUT ke-53 ini, PDIP mengusung tema satyam eva jayate—kebenaran pasti menang. Hasto menyebut tema tersebut sebagai komitmen moral yang terus dihidupi partai, sejalan dengan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Ibu Mega menegaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan HUT ini menjadi perisai moral dan benteng etik bagi PDI Perjuangan untuk terus menegakkan kebenaran,” tuturnya dikutip Antara.
Kebenaran yang dimaksud, lanjut Hasto, bukan sekadar retorika politik. Ia mencakup kebenaran ideologis, ketaatan pada konstitusi, penegakan hukum yang berkeadilan, serta kesetiaan pada mandat dan aspirasi rakyat Indonesia.
Sementara itu, peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi disebut Hasto sebagai wujud nyata politik kesehatan yang progresif. Klinik yang kembali beroperasi setelah vakum selama 15 tahun tersebut diharapkan menjadi ruang layanan kesehatan yang inklusif dan humanis.
“Kesehatan rakyat adalah syarat mutlak Indonesia untuk maju. Klinik ini harus melayani siapa pun tanpa melihat status sosial,” tegasnya.