Rabu, 14 Januari 2026

Bom Kartasura, Polisi: Teroris Yakin Aksi saat Ramadhan sebagai Bulan Amaliah


  • Rabu, 05 Juni 2019 | 01:38
  • | News
 Bom Kartasura, Polisi: Teroris Yakin Aksi saat Ramadhan sebagai Bulan Amaliah Karo Penmas Maber Polri Dedy Prasetyo. (Net)

JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM – Pelaku bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo diketahu bernama Rofik Asharuddin (23). Dia melakukan aksi upaya bom bunuh diri karena terpapar paham ISIS. Bulan Ramadhan yang dipilih untuk beraksi karena kelompok teroris menilai Ramadhan merupakan bulan amaliah.

"Kelompok-kelompok tersebut yang melakukan amaliahnya di Bulan Suci Ramadhan, ada kepercayaan di kelompok tersebut bulan suci Ramadhan ini bulan amaliahnya mereka," Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2019).

Dedi menjelaskan kelompok teroris percaya akan mati syahid jika beraksi di bulan Ramadhan.

"Mereka percaya ketika mereka melakukan kegiatan aksi terorisme maupun suicide bomber yang akibatkan pelaku ini meninggal dunia, itu meninggal dalam keadaan syahid," ujarnya.

Selain itu, polisi jadi sasaran penyerangan karena mengungkap aksi-aksi terorisme di Indonesia. Polri sudah sejak 19 tahun lalu menindak jaringan teror di Tanah Air.

"Kenapa aparat kepolisian, karena aparat polisi kurun waktu dari 19 tahun melakukan penegakan hukum kepada kelompok-kelompok jaringan daripada terorisme yang ada di Indonesia," tuturnya.

 Polisi sebelumnya memastikan ledakan di dekat Pos Polisi Kartasura adalah upaya bom bunuh diri. Pelaku disebut terpapar paham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
 
"Dari hasil pemeriksaan pelaku ini adalah suicide bomber. Yang bersangkutan secara individu terpapar paham ISIS, sedang didalami," kata Dedi.

 Polisi mengatakan belum ada indikasi pelaku terkait jaringan tertentu, sejauh ini masuk kategori 'lone wolf'. Namun, polisi masih terus mendalami apakah pelaku ikut di salah satu jaringan atau tidak.

"Belum ada indikasi keterkaitan masalah yang bersangkutan ikut dalam satu jaringan. Baik JAD Jateng atau jaringan lain," jelasnya.

News Terbaru