Rabu, 14 Januari 2026

Sandiaga Janji Bikin Dolar Stabil saat Kunjungi Desa ‘Santri‘ Mlangi


  • Jumat, 16 November 2018 | 20:37
  • | News
 Sandiaga Janji Bikin Dolar Stabil saat Kunjungi Desa ‘Santri‘ Mlangi Sandiaga saat di Desa Mlangi (Tim Pemenangan Sandiaga Uno)
Cawapres Sandiaga Salahudin Uno kunjungi Desa Santri Mlangi, Sleman, Yogyakarta. Desa Santri Mlangi bakal menjadi fokus dalam pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) nasional. 
 
“Saya dan Prabowo Subianto, sepakat untuk memberikan perhatian lebih dan energi untuk peningkatan kualitas UKM. Merekalah yang harus didukung dari perijinan hingga permodalan. Karena 80 persen usaha rakyat ini adalah UKM,” jelas Sandi dalam siaran tertulis pada Jumat (16/11).
 
Desa Mlangi sendiri hampir 90 persen warganya merupakan para pengusaha kecil. Dari batik, pakaian, kopiah, hingga makanan. Namun, nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang semakin tinggi membuat mereka harus bertahan agar tidak menaikkan harga jual. 
 
Sebagaimana yang dialami Bu Ati. Dirinya mengaku kesulitan produksi lantaran sejumlah bahan baku merupakan komoditas impor, sementara harga dolar Amerika Serikat yang naik memicu membengkaknya biaya produksi, berbanding terbalik dengan melesunya ekonomi nasional.
 
“Karet celana impor Pak, juga beberapa bahan baju. Jadi kamu agak kesulitan. Bagaimana ya pak caranya bertahan?”, tanya Bu Ati pada Sandiaga Uno. 
 
Menurut Sandi naik turunnya dokar karena ekspor Indonesia sangat lemah, kita kebanjiran produk impor. Sehingga kalau dolar naik membebani biaya produksi. 
 
“Buat Bu Ati lakukan penghematan, hindari pengeluaran yang tidak perlu. Karena menaikkan harga bukan jalan keluar ditengah lesunya daya beli. Bangsa ini kaya, tapi kita dibuat bingung, masak karet celana aja impor dari Cina,” kata Sandi sambil menarik karet celana produksi Mkangi. 
 
Sandi berujar, banyak sumber daya alam di Indonesia. Harusnya bisa mengurangi ketergantungan pada impor. 
 
“Insya Allah jika Prabowo Sandi jadi jadi pelayan masyarakat Indonesia, kita bikin dolar stabil supaya tidak membenani UMKM. 2019, kebijakan ekonomi Indonesia lebih baik,” papar Sandi.

News Terbaru