Gubernur Edy Rahmayadi Pastikan Netral di Pilpres 2019


  • Selasa, 25 September 2018 | 20:34
  • | News
 Gubernur Edy Rahmayadi Pastikan Netral di Pilpres 2019 Gubernur Sumut Edy Ramhayadi

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku siap tidak populer karena bersikap netral dalam pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019.

Dalam silaturahim dengan kalangan pers di Gedung Bina Graha Sumatera Utara di Medan, Selasa, Edy mengatakan, selaku kepala daerah, pihaknya sengaja tidak menunjukkan keberpihakan dalam pemilihan presiden (pilpres).

Mantan Pangkostrad itu mengaku menyadari bahwa masyarakat Sumatera Utara memiliki minat dan pilihan yang beragam dalam pilpres.

"Tak semua masyarakat Sumatera Utara ke Jokowi, tak semua juga ke Prabowo," ucapnya.

Karena itu, pihaknya tidak ingin mempublikasikan dukungan karena dikhawatirkan akan mempengaruhi pilihan masyarakat Sumatera Utara yang berbeda tersebut.

Edy Rahmayadi menyadari jika sikap netralnya dalam pilpres tersebut dianggap tidak populer, namun perlu dilakukan untuk kepentingan lebih besar.

Sebagai pemimpin dan kepala, Edy Rahmayadi mengaku harus mempertimbangkan banyak faktor dan tidak mengutamakan popularitas semata.

"Saya siap tidak populer," katanya didampingi Wagub Sumatera Utara Musa Rajekshah.

Edy Rahmayadi pertama-tama mendaftar di Partai Hanura pada Agustus 2017. Partai Gerindra, PKS dan PAN lalu menyatakan dukungan mereka pada akhir Desember 2017.

Untuk turut serta dalam pemilu ini, Edy Rahmayadi mundur dari jabatannya sebagai Panglima Kostrad pada tahun 2018. Walaupun sempat menyatakan dukungannya kepada Tengku Erry Nuradi, Golkar dan Nasdem kemudian memutuskan untuk mendukung pasangan Edy-Musa.

Partai Demokrat menyatakan dukungan terhadap pasangan Edy-Musa pada tanggal 11 Mei 2018. Sikap Partai Demokrat ini langsung disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah, Edy selanjutnya mengalahkan pasangan Djarot Hidayat dan Sihar Sitoris dengan 57,58 persen suara.

 

 

.

News Terbaru