Loading
Menkeu Sri Mulyani saat Konfres soal APBN pada 17 Juli 2018 (@smindarwati)
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dimasukan sebagai dewan pengarah dalam tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin.
Hasto usai menyerahkan kelengkapan dokumen administrasi tim kampanye nasional bersama delapan sekjen partai koalisi lainnya di Gedung KPU, Jakarta, Senin mengatakan, terdapat 12 dewan pengarah.
Selain kedua nama tersebut, dewan pengarah lainnya adalah mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo.
Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat yang juga politikus Golkar Agung Laksono, mantan Ketua DPR Akbar Tanjung (politikus Golkar), Mustasyar PB NU KH Dimyati Rois, mantan Menteri Perumahan Rakyat Siswono Yudohusodo (politikus Nasdem), mantan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa (politikus PPP), mantan Ketua MPR Sidarto Danusubroto (politikus PDIP) dan mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI (Purn) Marsetio.
Sementara untuk jabatan Dewan Penasihat diisi oleh sembilan Ketua Umum Partai Politik yaitu Megawati Soekarnoputri (PDIP), Airlangga Hartarto (Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB), Surya Paloh (Nasdem), M Romahurmuziy (PPP), Oesman Sapta Odang (Hanura) Harry Tanoe Soedibyo (Perindo), Grace Natali (PSI) dan Diaz Hendropriyono (PKPI).
Hasto mengatakan kedatangannya ke KPU untuk melengkapi kelengkapan dokumen administratif yang didalamnya berisi visi misi calon presiden dan wakil presiden serta tim kampanye nasional.
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Djoko Santoso menyebutkan, akan ada Satuan Tugas (Satgas) Agama dalam struktur Tim Pemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Hal itu ia ungkapkan saat ditanya apakah Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga akan melibatkan para tokoh agama. "Di situ yang ada Satgas Agama," ujar Djoko saat ditemui di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Senin (20/8).
Meski belum ada nama-nama yang ditetapkan, namun Djoko mengatakan satgas tersebut akan diisi oleh para tokoh lintas agama. "Ya namanya tokoh agama lah, ya ulama, ustaz, kiai, ya pendeta," tuturnya.
Kendati demikian, Djoko tidak menjelaskan secara detail terkait tujuan pembentukan Satgas Agama dalam struktur tim pemenangan. Mantan Panglima TNI periode 2007-2010 itu mengatakan, Satgas Agama akan memberikan dakwah kepada masyarakat untuk bersatu terkait penyelenggaran Pilpres 2019.
"Tugasnya nanti kita rumuskan, yang jelas adalah memberikan satu tausiyah kepada rakyat untuk tetap bersatu, melaksanakan pemilu itu bukan perang, pemilu itu harus dingin, gitu lho," kata Djoko.
Sumber foto: @smindrawati