Loading
Sihar Sitorus saat Diumumkan PDIP Menjadi Cawagub di Sumut, Januari 2018 (CNN)
Sihar Sitorus mengaku sudah 'legowo' dengan hasil Pemilihan Gubernur Sumut 2018 berdasarkan hasil sementara pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah unggul.
"Saya dan keluarga mohon pamit untuk kembali ke Jakarta," ujarnya, di Medan, Jumat (29/6) malam.
Sihar menyampaikan hal itu saat acara sederhana di rumahnya di Jalan Abdullah Lubis, Medan.
Acara makan malam bersama itu dihadiri relawan Djarot-Sihar (DJOSS).
Sihar mengaku merasakan bagaimana seluruh tim telah bekerja maksimal. Meski mengalami kekalahan, dia mengaku tetap merasakan kemenangan. "Ada satu hal yang sudah kita menangkan. Ini suatu kemenangan dan kemenangan itu ada di diri kita semuanya," ujarnya.
Bagi Sihar, menjadi kontestan Pilgub Sumut adalah pengalaman yang membuatnya cukup puas. Dia tidak ingin bersedih karena kekalahan yang dialami. "Saya tidak mau sedih karena hasil ini. Kami semua sekeluarga ingin melihat ini sebagai kekuatan yang luar biasa," katanya pula.
Dia menyebutkan, mungkin 20 tahun lagi semua mengingat kejadian ini dan bisa membawa rasa hangat untuk semua.
Adapun yang pertama kali menyampaikan ucapan pamit adalah istri Sihar, Patricia boru Siahaan. Patty, sapaan akrabnya, berterima kasih kepada seluruh pendukung yang selama ini bekerja untuk memenangkan Djarot-Sihar. "Kami mau pamit pulang. Kami datang dari Jakarta bersama pak Djarot dan keluarga," katanya lagi.
Patty menyebutkan, mereka melihat bagaimana semua mendukung Djarot dan Sihar.
Patty juga mengaku terharu melihat bagaimana selama ini pendukung Djarot-Sihar bekerja.
Menurut dia, apa yang sudah dilakukan para relawan adalah pengalaman hidup yang berharga."Ada kalian yang luar biasa yang selalu membantu. Nggak penting kalah dan menang dan saya sangat tersentuh," katanya pula.
Sebelumnya, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Edy-Ijeck) yang sementara menang berdasarkan hasil real-count pada Pilkada Sumut menyatakan bersiap mewujudkan provinsi itu bermartabat.
Pilkada Sumut satu dari 171 Pilkada yang digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, dan berbagai lembaga survey juga sudah mengumumkan perolehan suara dari masing-masing calon pasangan yang tampil di Pilkada.
Selain pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumut, juga ada delapan kabupaten/kota yang menggelar pilkada yakni Kabupaten Langkat, Deliserdang, Batubara, Tapanuli Utara, Padangsidempuan, Padanglawas Utara, dan Dairi serta Padanglawas.
Khusus untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018 diikuti dua pasangan calon yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah yang didukung PAN, PKS, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Gerindra dan pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang didukung PDI-P dan PPP.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mencatat pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah meraih 56,52 persen suara dan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus 43,48 persen.
Sementara Lembaga Survey Indikator Politik mencatat Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memperoleh 55,21 persen dan Djarot-Sihar 44,79 persen.
Hasil yang diumumkan lembaga survey yang menempatkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeksah sebagai peraih suara terbanyak dalam pilkada Sumatera Utara tentunya mendapat sambutan meriah dari pendukung termasuk dari Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah.
Meski demikian Edy Rahmayadi mengingatkan kepada semua pendukung dan simpatisannya untuk tidak terlalu euforia atas hasil dari hitung cepat lembaga survey tersebut, karena hasil yang sebenarnya nanti KPU lah yang menentukan berdasarkan hitungan manual.
"Tolong jaga ketat terus hasil suara. Kita kawal sama-sama," kata Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) itu.