Mahathir Sindir Kelompok Politik Ogah Akui Kekalahan


  • Jumat, 29 Juni 2018 | 20:56
  • | News
 Mahathir Sindir Kelompok Politik Ogah Akui Kekalahan Presiden Jokowi Saat Menyambut Kedatangan Jokowi di Bandara Halim

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbincang tentang persoalan politik dalam negeri saat bertemu di Istana Presiden Bogor, Jumat (29/6).

"Kami berbincang mengenai cara-cara mengatasi masalah politik dalam negara demokrasi ini," ujar Mahathir dalam pernyataan pers bersama di penghujung kunjungan kenegaraannya.

Ia melanjutkan, salah satu bentuk persoalannya adalah kelompok politik yang hanya siap menang namun tidak menerima kekalahan.  "Satu daripada masalah yang kita lihat, berlaku di negara yang baru terima demokrasi adalah, cuma ingin menang mereka. Tak mau kalah sama sekali," ujar dia.
"Kalau kalah, diadakan demonstrasi, diadakan strike, diadakan huru hara," lanjut dia.

Menurut dia, kelompok politik yang demikian berarti belum dewasa dalam berdemokrasi. Pria yang kini berusia 92 tahun tersebut menegaskan, dalam sebuah kontestasi politik tentu ada yang menang dan yang kalah.

Kelompok yang kalah, lanjut dia, harus menerima kekalahan. Apabila ingin bertarung lagi di dalam kontestasi politik berarti harus menunggu momentum yang tepat terlebih dahulu.

Mahathir pun berharap agar Indonesia dan Malaysia harus saling mendukung dalam hal kedewasaan politik.

Setelah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melanjutkan kegiatannya di Indonesia dengan berjumpa Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Pertemuan empat mata Mahathir dan Megawati digelar tertutup di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Jumat (29/6) siang.

"Bu Megawati selama hampir 30 menit bertemu Bapak Mahatir Mohammad," kata Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, dalam jumpa pers di Kantor DPP PDI-P, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Megawati Soekarnoputri bertanya kepada Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad terkait strateginya dalam memenangkan pemilu di negeri jiran. Pertanyaan itu diajukan Megawati kepada Mahathir sambil bergurau.

"Bu Megawati sempat bercanda gurau, menanyakan bagaimana startegi Bapak Mahathir sehingga bisa terpilih kembali," kata Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto.
"Karena kami sebentar lagi ada pileg dan pilpres, dan saya juga punya tanggung jawab memenangkan Pak Jokowi, itu kata Ibu (Megawati) tadi," kata Hasto.

News Terbaru