Loading
Teroris Tergeletak di Jalan Tole Iskandar, Depok
Baru beberapa jam Kapolda Jabar, Irjen Polisi Agung Budi Maryoto, menyatakan pihaknya waspada ancaman teroris jelang Pilkada, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menembak mati duga terduga teroris di Depok, Jawa Barat, sedangkan satu lagi tertangkap hidup.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal, mengatakan bahwa tiga terduga teroris tersebut ditangkap di dua tempat berbeda di Depok. Ketiganya berinisial MM, AS dan AZW alias MRS.
MM ditangkap di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, dengan barang bukti sebuah motor Honda Vario dan sebuah ponsel.
Dari hasil pemeriksaan sementara, MM merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bogor.
Sementara dalam penangkapan AS dan AZW, Iqbal menjelaskan, awalnya AS dan AZW yang sedang berboncengan menggunakan sepeda motor di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok diintai oleh Densus.
Namun saat hendak ditangkap, mereka melawan petugas dengan menggunakan pisau dan pistol sehingga petugas akhirnya menembak keduanya dan akhirnya keduanya tewas.
Dari tangan AS dan AZW, Densus menyita sebilah pisau komando, satu pucuk pistol FN dengan magazen dan peluru 9 mm sebanyak 10 butir.
Jenazah keduanya saat ini dibawa ke RS Polri Said Sukanto.
Dari hasil penyelidikan sementara, AS dan AZW alias MRS diduga pernah mengikuti pelatihan semi militer bersama Bahrumsyah dan Ahmad Syarifudin di Gunung Gede pada 2014.
Ketiga terduga teroris diduga memiliki niat untuk melakukan aksi teror pada Pilkada Jawa Barat 2018.
Dalam video yang terekam dan didunggah seorang bernama Yudhi Adwa di youtube tampak terduga teroris yang tewas ditembak di Jalan Tole Iskandar sedang membawa perlengkapan perbaikan AC, seperti tangga dan tabung gas freon. Soal ini belum ada keterangan mengapa terduga teroris mengenakan perlengkapan seperti itu.
Sebelumnya, Kapolda Jabar, Irjen Polisi Agung Budi Maryoto menyatakan akan mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan aksi teror jelang pencoblosan Pilkada serentak 2018 dengan menggelar patroli gabungan bersama TNI.
Antisipasi ini dilakukan menyusul dengan ditangkapnya beberapa terduga teroris di wilayah Jawa Barat beberapa hari ke belakang. Untuk itu, kata dia, TNI dan Polri sepakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Setiap ada kegiatan apa pun juga termasuk pengamanan pilkada tentunya akan dilakukan langkah langkah preventif," kata dia seperti dikutip Antara.
Tak hanya aksi teror, Polda bersama TNI juga akan melakukan pengawasan terhadap adanya praktik politik uang. Tim Cyber Polda Jawa Barat dilibatkan untuk memantau dan mengantisipasi adanya kampanye menjelek- jelekkan atau "black campaign".
ALAMAT DUA TERDUGA TERORIS YANG DITEMBAK MATI
* AS (29), Kampung Sindangpalang, Desa Cibening, Kecamatan Pamijahan, Bogor, Jawa Barat
* AAW (31), Gang Palem, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.