Alhamdulillah, BBM Premium Akan Dijual Lagi


  • Kamis, 17 Mei 2018 | 10:16
  • | News
 Alhamdulillah, BBM Premium Akan Dijual Lagi Pengumuman premium habis sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. (Net)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikabarkan sudah menandatanganu aturan penambahan kuota untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium  tahun ini. Dengan adanya revisi Perpres 191, premium wajib disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia, tidak hanya di luar wilayah Jawa Madura Bali (Jamali).

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (16/5/2018). Dengan ditekennya aturan ini, maka  tinggal naik ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan ke Presiden.

Sebelumnya, Kepala BPH Migas, M. Fanshurulah Asa menyatakan, dalam data BPH Migas pada tahun 2017 realisasi penyaluran premium di Jamali saja mencapai 5,1 juta kilo liter (KL). Itu artinya butuh paling tidak penambahan volume yang sama untuk tahun ini jika perpres baru diterbitkan dan premium wajib tersedia di Jamali juga.

"Data BPH Migas tahun 2017 realisasi 5,1 juta Kl untuk Jamali. Artiya kalau nanti setelah perpres keluar minimal 7,5 juta KL (kuota APBN 2018) plus 5,1 juta KL artinya 12,5 juta KL," kata Fanshurulah.

Sementara itu  Plt Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya telah menghitung jumlah SPBU yang tidak menjual premium di wilayah Jamali. Setidaknya ada sebanyak 1.926 SPBU yang pada hari ini tidak menjual premium yang akan kembali diwajibkan menjual premium.

Dari jumlah tersebut, dia menjelaskan, jumlah SPBU yang bisa segera diisi premium adalah SPBU yang memiliki tangki timbun lebih dari satu.  "Jadi hampir 600 SPBU yang bertahap bisa langsung diiisi. Sisanya bertahap, akan kita mapping lagi, untuk pengisian premium," kata Nicke. 

 Nicke menambahkan, bagi masyarakat yang ingin mengetahui SPBU mana yang telah menyediakan premium bisa diakses melalui aplikasi peta daring, yaitu Waze.

Premium untuk Mudik

Sementara itu Direktur Logistik, Supply Chain & Infrastruktur PT Pertamina (persero) Gandhi Sriwidodo mengatakan pihaknya akan melaksanakan tugas dari pemerintah untuk bisa menyediakan BBM jenis Premium di seluruh SPBU di Pulau Jawa.

"Untuk arus mudik dan arus balik, kita siapkan alokasi Premium untuk satgas dengan rata-rata peningkatan 17 persen dari hari biasanya," kata Gandhi di kantornya,.

Dia menjelaskan, sebenarnya penggunaan Premium ini konsumsinya sudah meningkat sekitar 10 persen untuk periode Maret hingga Mei 2018, yaitu menjadi 27 ribu Kilo Liter (KL) per hari. Untuk itu, Pertamina akan mengubah nozel di beberapa SPBU di Pulau Jawa secara bertahap. Pemasangan ini dipastikan akan selesai pada satu minggu sebelum Lebaran 2018.

Meski demikian, konsumsi Solar justru diperkirakan Gandhi mengalami penurunan akibat adanya pembatasan operasi kendaraan logistik jelang Lebaran. Konsumsi Solar mendekati lebaran nantinya konsumsi akan menurun 12 persen dari setiap harinya 38.300 KL menjadi 33.300 KL.

bbmlebaran

Misteri Kelangkaan Premium

Hilangnya BBM Jenis Premium sudah dikeluhkan sejak 2016-2017. Sejumlah SPBU tiba-tiba menutup tulisan Premium atau diganti dengan Pertalite yang menandakan bahwa SPBU tersebut tidak lagi menjual BBM jenis premium.

Padahal  harga pertalite dipastikan lebih malam dari premium. Jika  pertalite sekitar  Rp 7.500 per liter, sedangkan premium Rp 6.550 atau selisih Rp 950 per liter.  “Ini kan aneh, masa kita dipaksa beli BBM yang lebih mahal, mana kepeberpihakan pada rakyat kecil,” kata Wino, seorang sopir angkot di Sawangan, Depok, waktu itu.

Kala itu Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmadja Puja mengaku bahwa secara berkala, Premium memang akan hilang dari peredaran. Sebab, pemerintah memiliki pemetaan untuk menyediakan BBM yang sesuai dengan standar Euro IV.

Kendati demikian, Wiratmadja mengingatkan kepada badan penyalur BBM, terutama PT Pertamina (Persero), untuk tidak secara sengaja melakukan pembatasan konsumsi Premium, misalnya dengan mengurangi kuota atau selang bensin (nozzle). "Premium pelan-pelan akan hilang, tetapi secara natural, bukan dipaksa," kata Wiratmadja.

Menurut dia, kehadiran BBM dengan kadar oktan lebih tinggi, seperti Pertalite dan Pertamax, sebetulnya untuk memberikan alternatif bagi masyarakat. Selain itu, masyarakat akan lebih untung apabila mengonsumsi BBM selain Premium karena Pertalite dan Pertamax lebih bersih.

Namun keberpihakan kepada rakyat kecil menjadi alasan kembali menyediakan premium. Apalagi menjelang bulan suci Ramadan dan Lebaran dimana harga-harga mulai meroket. “Ya Alhamdulillah, sekarang akan dijual lagi. Bagi rakyat kecil seperti kami itu kabar gembira,” ucap Idang seorang pengojek yang biasa mangkal di Stasiun Depok Baru.

News Terbaru