Pakde Karwo Dukung Khofifah-Dardak karena Instruksi DPP Demokrat


  • Senin, 25 Juni 2018 | 22:54
  • | Tokoh
 Pakde Karwo Dukung Khofifah-Dardak karena Instruksi DPP Demokrat Pakde Karwo Ajak Lakukan Deklarasi Damai Pilkada Jatim 2018 (@JatimPemprov)

 Ketua DPD Partai Demokrat sekaligus Gubernur Jawa Timur Soekarwo menegaskan beredarnya surat untuk memilih pasangan Khofifah dan Emil Dardak merupakan instruksi DPP dan menjadi bagian internal partai.

"Surat itu instruksi DPP dan tidak hanya di Jatim, tetapi seluruh Indonesia. Ini menjadi bagian kegiatan partai dan fungsinya adalah urusan internal," kata Pakde Karwo, panggilan akrabnya, ketika ditemui wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin malam.

Menurut dia, surat dukungan dan ajakan itu menggunakan kop lambang Demokrat sehingga fungsinya dikhususkan ke internal partai untuk disampaikan kepada anggota dan disampaikan ke masyarakat.

"Partai Demokrat merupakan salah satu partai pendukung pasangan calon pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur sehingga menyampaikan kepada pemilih dan bagian dari fungsi 'election', ya, di situ," ucap Pakde Karwo lagi.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim yang di DPP menjabat sebagai anggota Majelis Tinggi Partai Demokratt juga mengakui bahwa pembuatan surat edaran itu bukan bagian dari kampanye sebab dirirnya tetap berkomitmen untuk tidak berkampanye demi menjaga netralitas pilkada di Jatim.

"Kecuali kalau saya buat rekaman itu yang tidak betul. Apalagi, itu tidak hanya di Jatim, tetapi seluruh Indonesia. Kalau mau kampanye, sudah dari dahulu. Akan tetapi, saya tidak mau karena saya ingin menjaga," katanya.

Sebelumnya, Partai Demokrat Jatim mengumumkan surat selebaran yang berisi ajakan dari Soekarwo terkait dengan pasangan calon yang harus dipilih pada Pilgub Jatim 2018. Di sisi lain, muncul pernyataan dari sejumlah kiai sepuh Jatim yang meyakini komitmen Soekarwo terhadap dukungannya kepada Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada Pilgub Jatim 2018.

Pilgub Jatim diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan Khofifah Indar Parawansa/Emil Dardak dengan nomor urut 1, dan pasangan Gus Ipul/Puti Guntur Soekarno nomor urut 2.

Pasangan nomor 1 merupakan calon dari koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura dan NasDem, sedangkan pasangan nomor 2 adalah calon dari gabungan PKB, PDI Perjuangan, PKS, dan Gerindra.

Pakde Karwo sendiri pernah mengakui bahwa pilihannya sebenarnya adalah Gus Ipul  yang saat ini menjadi Wakil Gubernur Jatim.
 
Hal ini sebagaimana disampaikan Soekarwo usa menerima pengukuhan sebagai warga Kerhormatan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) di UNS, Jumat (17/11/2017). Soekarwo mengaku mempunyai alasan kuat kenapa dirinya memilih Gus Ipul untuk menjadi Gubernur Jatim melanjutkan pemerintahannya.
 
''Partai memang memilih bu Khofifah, tetapi saya sendiri pilih Gus Ipul,'' terangnya kepada wartawan. Perjalanan selama 10 tahun dalam kepemimpinan pemerintahan Jawa Timur menjadi sebuah bukti bahwa Gus Ipul sudah sangat layak untuk menjadi Gubernur. Maka dari itu, Soekarwo pun jika diminta memilih akan tetap mengajukan nama Gus Ipul.
 
''Saya pribadi tetap Gus Ipul, sudah 10 tahun ini saya berteman dengan beliau. Dan tidak mungkin, setelah 10 tahun bersama kemudian saya melompat ke sana ke sini, kan itu tidak bagus. Saya akan tetap suport Gus Ipul,'' ungkapnya diiringi dengan senyum.
 
Tetapi, Soekarwo melanjutkan, sekarang ini partai sudah memutuskan bahwa Khofifah lah yang akan menjadi Cagub pada Pilgub 2018 mendatang.  Maka dari itu, dirinya pun akan tetap sejalan dengan partai dan mendukung keputusan partai.
 
JEJAK DIGITAL SOEKARWO DUKUNG GUS IPUL ATAU KHOFIFAH
* OKTOBER 2012: Soekarwo mantaf kembali menggandeng Gus Ipul (Saefullah Yusuf)
* FEBRUARI 2013: Resmi kembali duet Soekarwo-Ipul
* JULI 2013: Ipul sebut soearwo Gubernur terbaik, Jokowi (kala itu Gub DKI) hanya hebat di pemberitaan
* 7 SEPTEMBER 2013: Soekarwo-Saifullah Yusuf memperoleh 8.195.816 suara (47,25 persen). Pasangan nomor urut 2 Eggi Sudjana-M Sihat 422.932 suara (2,44 persen). Pasangan nomor urut 3, Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah memperoleh 2.200.069 suara (12,69 persen), dan pasangan nomor urut 4, Khofifah Indar Parawansah-Herman Surjadi Sumawiredja mendapatkan 6.525.015 suara (37,62 persen).
* 17 SEPTEMBER 2017: Soekarno mengaku secara pribadi dukung Ipul meski partainya (Demokrat) dukung Khofifah
* 21 NOPEMBER 2017: Partai Demokrat resmi dukung pasangan Khofifah-Emil Dardak
* 23 JUNI 2018: Muncul semacam maklumat dari Soekarwo agar dukung pasangan Khofifah-Emil
* 24 JUNI 2018: Kiai sepuh munculkan surat komitmen Soekarwo dukung Gus Ipul

 

Tokoh Terbaru