Loading
Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, profil Mojtaba Khamenei, politik Iran, konflik Timur Tengah, IRGC Iran, pengganti Ali Khamenei. (Foto: CNBC)
KONFLIK di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut. Penunjukan ini terjadi setelah kematian ayahnya, Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama hampir empat dekade.
Mojtaba kini memegang kendali atas negara berpenduduk lebih dari 90 juta orang, pada saat kawasan Timur Tengah tengah diliputi ketegangan militer dan geopolitik yang meningkat.
Penunjukan putra dari pemimpin tertinggi sebelumnya ini memicu perhatian dunia internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut.
Situasi semakin memanas ketika Iran menutup Strait of Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia. Langkah ini membuat harga minyak global melonjak hingga melampaui 120 dolar per barel, tertinggi sejak 2022.
Di tengah situasi geopolitik yang penuh ketegangan, sosok Mojtaba Khamenei pun menjadi sorotan dunia. Berikut lima hal penting yang perlu diketahui tentang pemimpin baru Iran tersebut.
1. Dikenal Lebih Keras daripada Ayahnya
Mojtaba Khamenei dikenal memiliki pandangan yang lebih konservatif dan keras dibanding ayahnya. Ia lahir di kota suci Mashhad dan tumbuh dalam lingkungan politik serta keagamaan yang kuat setelah Iranian Revolution menggulingkan pemerintahan shah dan melahirkan Republik Islam Iran.
Pada akhir 1980-an, Mojtaba bergabung dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elit Iran yang memiliki pengaruh besar dalam militer dan politik negara tersebut.
Pengalaman militernya selama Iran–Iraq War membuatnya membangun hubungan kuat dengan elite keamanan Iran—sebuah faktor penting yang kemudian memperkuat pengaruhnya dalam sistem kekuasaan negara.
2. Punya Hubungan Sangat Dekat dengan Garda Revolusi
Selama bertahun-tahun, Mojtaba dikenal memiliki jaringan kuat di dalam IRGC. Pasukan ini bukan sekadar institusi militer. IRGC juga memiliki jaringan bisnis besar, sistem intelijen luas, dan diperkirakan memiliki hampir 200.000 personel.
Hubungan Mojtaba dengan para komandan IRGC sudah terjalin sejak masa perang Iran-Irak. Sejak itu, ia dipercaya mengelola sejumlah isu keamanan sensitif di kantor ayahnya.
Banyak analis menilai, tanpa dukungan IRGC, peluang Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi Iran akan jauh lebih kecil.
3. Latar Belakang Pribadinya Diwarnai Tragedi
Beberapa hari sebelum penunjukannya sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba mengalami tragedi besar dalam keluarganya. Pemerintah Iran menyatakan bahwa ayahnya, istri, anak, serta ibunya tewas dalam serangan udara pada 28 Februari. Tragedi ini terjadi di tengah konflik militer yang melibatkan Iran dan sekutunya.
Para pengamat menilai pengalaman tersebut dapat memengaruhi sikap politik Mojtaba ke depan. Situasi itu juga memperbesar risiko eskalasi konflik di kawasan.
4. Selama Ini Lebih Banyak Beroperasi di Balik Layar
Berbeda dengan ayahnya yang pernah menjadi presiden Iran sebelum menjadi pemimpin tertinggi, Mojtaba hampir tidak pernah memegang jabatan publik formal.
Namun di balik layar, ia disebut sebagai tokoh yang sangat berpengaruh di lingkaran kekuasaan.
Beberapa dokumen diplomatik Amerika Serikat yang dipublikasikan oleh WikiLeaks bahkan menggambarkannya sebagai “penjaga gerbang utama” kekuasaan di kantor ayahnya.
Ia juga pernah dituduh oleh kelompok reformis berperan dalam kemenangan Mahmoud Ahmadinejad pada pemilihan presiden Iran tahun 2005 dan 2009.
Meski tuduhan tersebut tidak pernah terbukti secara hukum, isu itu terus melekat dalam perjalanan politiknya.
5. Dilaporkan Memiliki Jaringan Properti Global
Di Iran, Mojtaba dikenal sebagai sosok yang hidup sederhana. Namun investigasi media internasional mengungkap sisi lain dari kekayaannya.
Menurut laporan investigasi yang dilaporkan dan dikutip dari CNBC, serta penyelidikan Bloomberg, Mojtaba disebut memiliki jaringan properti internasional bernilai ratusan juta dolar.
Aset tersebut mencakup rumah mewah di The Bishops Avenue, kawasan elite London yang dijuluki “Billionaire’s Row”.
Selain itu, laporan tersebut juga menyebut adanya vila di Emirates Hills, serta sejumlah hotel di berbagai kota Eropa seperti Frankfurt dan Mallorca.
Sebagian besar properti itu dilaporkan tidak tercatat langsung atas nama Mojtaba, melainkan melalui jaringan perusahaan dan perantara.
Pemimpin Baru di Tengah Ketegangan Global
Penunjukan Mojtaba Khamenei menandai era baru kepemimpinan Iran.
Dengan latar belakang militer, jaringan kuat di kalangan keamanan, serta reputasi sebagai tokoh konservatif garis keras, banyak pengamat memperkirakan kebijakan Iran di bawah kepemimpinannya akan tetap tegas terhadap Barat.
Dunia kini menunggu bagaimana langkah Mojtaba Khamenei menghadapi konflik regional yang masih terus berkembang di Timur Tengah.