Anwar Ibrahim Tak Pikirkan Jabatan Perdana Menteri Malaysia


  • Rabu, 16 Mei 2018 | 23:36
  • | Tokoh
 Anwar Ibrahim Tak Pikirkan Jabatan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bersama Wan Azizah (istri), anak dan cucu usai dinyatakan bebas dari penjara. (foto @drwanazizah)

anwaribrahim

PEMIMPIN oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, menggelar konferensi pers perdana pasca-bebas dari penjara. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh awak media adalah perasaannya terhadap Perdana Menteri Mahathir Mohamad. 

Anwar dipecat sebagai wakil perdana menteri oleh Mahathir pada 1998 karena tersandung korupsi dan menghalangi penyelidikan kasus sodomi. Sebelumnya, hubungan dua politisi bagaikan "ayah dan anak" itu memburuk buntut dari perbedaan pandangan mereka dalam menjalankan pemerintahan.

Pada 1999, dia dijatuhi vonis sembilan tahun penjara setelah dianggap terbukti melakukan sodomi. Vonis itu mendapat kecaman dari dunia internasional. Sebab, hukuman Anwar dianggap merupakan bentuk upaya pemerintahan Mahathir untuk membungkam lawan-lawan politiknya. 

Hubungan keduanya mencair setelah Mahathir bertemu dan menjabat tangan Anwar di ruang gedung pengadilan Malaysia September 2016. Dilansir Channel News Asia Rabu (16/5), Anwar berujar kedua belah pihak telah mengubur kebencian masing-masing. "Saya tidak dendam dengan dia (Mahathir). Dia telah mengurus pembebasan saya, dan mendukung reformasi. Mengapa saya harus menyimpannya (dendam)?" tanya Anwar.

Terkait dengan janji Mahathir untuk menyerahkan kursi perdana menteri setelah dua tahun menjabat, Anwar mengaku tidak ingin memikirkannya. "Saya dan Dr Wan Azizah Wan Ismail bakal memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk memastikan agenda reformasi berjalan," tegasnya. 

Wan Azizah merupakan presiden dari Parti Keadilan Rakyat, sekaligus istri politisi berusia 70 tahun tersebut. Lebih lanjut, Anwar menyatakan fajar baru bagi Malaysia telah datang seiring kemenangan koalisi Pakatan Harapan dalam Pemilu Malaysia 9 Mei lalu. Dalam pemilu, PH meraih 122 dari 222 kursi parlemen. Adapun koalisi yang telah menguasai Malaysia selama 60 tahun, Barisan Nasional, hanya mendapat 79 kursi.

"Saya harus berterima kasih kepada rakyat Malaysia apapun etnis dan agamanya. Adalah kehormatan menerima mandat dari rakyat," lanjutnya.

JEJAK KARIER ANWAR IBRAHIM

Lahir 10 Agustus 1947

1968-1971: Persatuan Pelajar Muslim Malaysia

1974: Dipenjara karena unjuk rasa

1982-1999: Gabung UMNO

1983: Menteri Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga

1986: Menteri Pendidikan

1993: Wakil Perdana Menteri  

1997: Jadi perdana menteri 2 bulan saat Mahathir berhaji

1998: Dipecat Mahathir Muhamad

1999: Divonis penjara kasus korupsi

1999- sekarang: Bikin partai PKR

2012: Dipenjara lagi

2018: Bebas 

Tokoh Terbaru