Loading
Pasangan AMAN Jilid II. (Arahkita/Apriyanto Daud)
TIDORE, ARAHPOLITIK.COM - Alasan digugurkanya bakal calon Wali Kota dan calon wakil Wali kota tahun 2020 Capt.Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen dengan jargon AMAN Jilid II oleh tim penjaringan Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Kota Tidore dinilai merupakan sebuah pembohongan publik dan langkah pembodohan terhadap pasangan AMAN.
Hal ini ditegaskan Ketua DPD PDI-Perjuangan Maluku Utara Muhammad Sinen,SE," Alasan PKS gugurkan berkas saya dan Ali Ibrahim sangat tidak beralasan, mereka sudah melakukan pembohongan publik dan kepada kami pasangan aman,” kesal Muhammad Sinen, Rabu (25/9/2019).
Kata Muhammad Sinen, bilamana alasan Ketua penjaringan bakal calon kepala daerah PKS hanya karena alasan komunikasi yang kurang baik dan pasangan AMAN sudah terlanjur melakukan deklarasi maka ini adalah alasan yang tidak mendasar serta tidak mendidik dalam dunia Politik,"Harusnya bukan alasan mengada-ada yang dibuat seorang Nurdin Talib sedemikian jika dirinya memahami mekanisme partai politik yang hampir sama. Keputusan rekomendasi bukan keputusan pengurus daerah melainkan pusat, jika hanya alasan komunikasi kurang baik bakal calon dengan Partai, bukan karena administrasi maka mereka membodohi kami dan melakukan pembohongan publik," ujarnya.
Lebih lanjut , mestinya jika PKS sudah merancang untuk menggugurkan pasangan AMAN seharusnya berkas pendaftaran dengan biaya sebesar Rp15 Juta itu tidak lagi diterima dan bersikap menolak menerima pendaftaran pasangan AMAN," Bukan setelah menerima barulah memberikan alasan mengada-ada," ujarnya
.Untuk itu dirinya mendesak DPW PKS Maluku Utara untuk mengevaluasi penjaringan yang dilakukan PKS Tidore dan alasan menggugurkan pasangan AMAN tidak rasional dan manusiawi.
Muhammamd Sinen menambahkan, soal belum melibatkan Partai politik dalam deklarasi dalam beberapa pekan terahir ini bukanlah sebuah keharusan yang harus kita penuhi," Karena Deklrasi yang dilakukan adalah deklarasi komitmen Masyarakat Kota Tidore pada tiap Kelurahan Desa bukan deklarasi Partai pengusung, sehingga harus dipahami dan dimengerti agar tidak salah persepsi soal deklarasi AMAN Jilid II," tegas Muhammad Sinen.