Rabu, 14 Januari 2026

Jokowi Bilang Survei sebagai Bahan Evaluasi, Ma‘ruf Amin: Kita Ambil Tengah Aja


 Jokowi Bilang Survei sebagai Bahan Evaluasi, Ma‘ruf Amin: Kita Ambil Tengah Aja Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menjelaskan dirinya menggunakan survei elektabilitas sebagai bahan evaluasi. (Antaranews)

JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menjelaskan dirinya menggunakan survei elektabilitas sebagai bahan evaluasi.

"Ya itu justru kalau saya, hasil yang baik justru bisa melemahkan kita. Justru menjadikan kita tidak waspada," kata Jokowi ditemui di kantor DPD PDIP, Jakarta pada Rabu (20/3/2019) terkait hasil survei Litbang Kompas.

Dalam survei Litbang Kompas Maret 2019 menunjukkan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, yakni 49,2 persen.

Sementara elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, 37,4 persen.

Survei tersebut dilaksanakan pada 22 Februari-5 Maret 2019.

Sebelumnya dalam survei Litbang Kompas pada Oktober 2018, elektabilitas capres-cawapres nomor urut 01 yakni 52,6 persen. Sementara elektabilitas capres-cawapres nomor urut 02 yaitu 32,7 persen.

Menurut Jokowi, hasil survei yang tidak baik atau kecil dapat mendorong para relawan, pendukung, dan kader partai bekerja secara lebih militan.

Mantan walikota Solo itu menjelaskan hasil survei elektabilitas sebagai koreksi untuk timnya.

"Saya kira semua survei kita lihat sebagai bahan koreksi, sebagai bahan evaluasi untuk mendorong bekerja lebih baik lagi," ujar Jokowi sebagaimana diberitakan Antara.

Sementara itu terkait keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai presiden tidak perlu melakukan cuti, Jokowi menjelaskan dirinya menghormati keputusan tersebut.

84680c60-de25-4235-a071-09d72e74dfb9

Ambil Tengah
Sementara Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin menyetujui hasil Litbang Kompas tentang elektabilitas capres-cawapres 2019 yang menyatakan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan selisih 11,8 persen.

"Survei kan lebih banyak kalau SMRC itu bedanya 26 (persen) yakni 58 (persen), sana (Prabowo-Sandiaga) cuma 31 (persen) dan Kompas ya 11 (persen)," ujar Kiai Ma'ruf saat ditanya wartawan disela- sela safari politiknya ke Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (20/3/2019) malam.

Karena mewakili perbedaan itu, lanjutnya, selisih survei itu diambil jalan tengahnya saja, yaitu sekitar 20 persen.

"Sekarang kita ambil tengah aja, sekitar 20 (persen) kan. Jadi ada 26, 20, ada 11. Sementara ini kita ambil yang tengah aja," kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Kiai Ma'ruf pun mendorong TKN dan relawan sayap pendukung pasangan nomor urut 01 untuk digerakkan lebih efektif lagi sehingga bisa mendongkrak elektabilitasnya.

"TKN dan TKD tentu kita dorong, tapi sayap-sayap itu juga, di bawah banyak sayap. Ini sayap relawan juga diefektifkan," ucapnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Litbang Kompas merilis hasil survei pasangan capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 49,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Selisihnya hanya 11,8 persen.

Survei tersebut dilakukan sejak 22 Februari hingga 5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia.

Editor : Farida Denura

Politik Terbaru