Loading
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi (tengah), pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di Jepang, meletakkan bunga merah yang melambangkan kesuksesan di atas nama-nama kandidat di markas besar LDP di Tokyo, Jepang, 8 Februari 2026. (ANTARA/Xinhua-HO Pool-Kim Kyung-Hoon)
TOKYO, POLITIK.ARAHKITA.COM – Jepang bersiap memasuki babak politik penting. Pada 18 Februari 2026, parlemen akan menggelar sidang khusus untuk memilih perdana menteri baru menyusul pemilu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berlangsung pada Minggu (8/2/2026).
Berdasarkan laporan media lokal, agenda ini merupakan amanat konstitusi Jepang. Aturan tersebut mewajibkan Diet—sebutan untuk parlemen Jepang—mengadakan sidang luar biasa maksimal 30 hari setelah pemilu DPR guna menentukan sosok yang akan memimpin pemerintahan berikutnya.
Pada hari pertama sidang, kabinet yang sedang berkuasa akan mengundurkan diri secara kolektif. Setelah itu, anggota DPR hasil pemilu dan Dewan Penasihat akan melakukan pemungutan suara secara terpisah untuk menunjuk perdana menteri. Kandidat terpilih nantinya bertugas membentuk kabinet baru.
Mekanisme Pemilihan Dua Putaran
Proses pemilihan memiliki aturan cukup ketat. Jika seorang kandidat langsung meraih mayoritas suara di putaran pertama pada kedua majelis, ia otomatis ditetapkan sebagai pemenang. Namun bila tak ada yang mencapai ambang mayoritas, dua kandidat dengan suara tertinggi akan melaju ke putaran kedua.
Pada tahap akhir ini, pemenang ditentukan lewat mayoritas sederhana. Apabila DPR dan Dewan Penasihat justru memilih kandidat berbeda dan tak menemukan titik temu setelah konsultasi, konstitusi menegaskan bahwa keputusan DPR yang akan berlaku.
LDP Masih Dominan
Peta politik saat ini menguntungkan Partai Demokrat Liberal (LDP). Partai berkuasa tersebut masih menguasai lebih dari dua pertiga kursi di majelis rendah. Kondisi ini membuat Presiden LDP sekaligus perdana menteri petahana, Sanae Takaichi, diprediksi kuat kembali memimpin Jepang dilansir Antara.
Sejumlah analis menilai dominasi LDP sulit digoyang dalam waktu dekat. Dukungan mayoritas di DPR memberi jalan mulus bagi Takaichi untuk memenangkan pemilihan parlemen dan melanjutkan program pemerintahannya.
Meski demikian, dinamika politik Jepang tetap menarik untuk disimak. Proses pemilihan perdana menteri kali ini akan menjadi penentu arah kebijakan Jepang di tengah tantangan ekonomi global dan situasi geopolitik Asia Timur yang terus berubah.