Kamis, 17 September 2026

Nancy Pelosi Yakin Demokrat Rebut DPR AS di Pemilu Paruh Waktu 2026


 Nancy Pelosi Yakin Demokrat Rebut DPR AS di Pemilu Paruh Waktu 2026 Nancy Pelosi, yang saat itu menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), berbicara dalam sebuah konferensi pers di Capitol Hill, Washington DC, AS, pada 10 September 2020. ANTARA/Xinhua/Ting Shen.

NEW YORK, POLITIK.ARAHKITA.COM — Mantan Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, menyampaikan keyakinannya bahwa Partai Demokrat akan kembali menguasai Dewan Perwakilan AS dalam pemilihan paruh waktu 2026. Prediksi itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Demokrat bersiap membalik dominasi Partai Republik di Kongres pada masa pemerintahan kedua Donald Trump.

Dalam wawancara di program This Week milik ABC News*, Pelosi menegaskan tidak ada keraguan sedikit pun soal kesiapan pemimpin Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, untuk memegang palu sidang jika Demokrat menang.

“Tidak ada keraguan,” ujar Pelosi. Menurutnya, Jeffries adalah figur yang matang secara politik, komunikatif, dihormati lintas fraksi, dan mampu menyatukan partai dalam situasi sulit.

Kritik Pelosi terhadap Kongres di Bawah Republik

Pelosi juga melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Partai Republik di Kongres. Ia menilai lembaga legislatif kehilangan daya tawarnya karena terlalu mengikuti agenda presiden.

“Fungsi Kongres seperti dihapuskan. Mereka hanya menjalankan apa yang diinginkan presiden,” kata Pelosi. Namun, ia optimistis kondisi itu akan berubah ketika Demokrat kembali memimpin DPR. “Semua itu akan berakhir saat kami kembali memegang palu sidang.”

Angin Politik Berpihak ke Demokrat

Optimisme Pelosi bukan tanpa dasar. Sejumlah indikator politik menunjukkan potensi pergeseran besar pada pemilu sela 2026. Tingkat kepuasan publik terhadap Trump tercatat menurun tajam. Jajak pendapat Gallup pada November lalu menunjukkan angka persetujuan hanya berada di kisaran 36 persen, sementara tingkat penolakan menembus 60 persen.

Situasi ini membuat Partai Republik mulai bersikap defensif. Laporan The Guardian menyebutkan bahwa partai tersebut bersiap menghadapi potensi kekalahan signifikan dalam pemilu paruh waktu mendatang—sebuah pola yang kerap terjadi dalam sejarah politik AS ketika partai penguasa Gedung Putih kehilangan kursi di Kongres.

Gelombang Mundurnya Politisi Republik

Sejumlah tokoh senior Partai Republik juga telah menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali, termasuk Mitch McConnell (Kentucky), Thom Tillis (North Carolina), Joni Ernst (Iowa), dan Tommy Tuberville (Alabama). Selain itu, lebih dari dua lusin anggota DPR dari Partai Republik memilih tidak mempertahankan kursinya, memicu spekulasi bahwa mereka melihat risiko politik yang kian besar.

Warisan Terakhir Pelosi

Di usia 85 tahun, Pelosi telah mengumumkan rencana pensiun pada awal 2027. Politisi yang pertama kali terpilih ke Kongres pada 1988 ini mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR AS.

Meski bersiap mengakhiri karier panjangnya, Pelosi menyebut mengembalikan kepemimpinan DPR ke tangan Demokrat sebagai salah satu misi terakhirnya. Ia berharap politik Amerika kembali berlandaskan kepercayaan dan harapan publik.

“Rakyat Amerika pada dasarnya baik,” tuturnya dilansir dari The Guardian. “Tugas kita adalah membawa kembali politik ke ruang yang percaya pada kebaikan itu—dan memberi mereka harapan.”

Editor : Farida Denura

Politik Terbaru