Kamis, 23 Juli 2026

Gus Kikin Siap Jalankan Amanah Maju Calon Ketua Umum PBNU, Tekankan Persatuan Jelang Muktamar NU


 Gus Kikin Siap Jalankan Amanah Maju Calon Ketua Umum PBNU, Tekankan Persatuan Jelang Muktamar NU Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (tengah) di Surabaya, Selasa (21/7/2026). (ANTARA/Faizal Falakki)

SURABAYA, POLITIK.ARAHKITA.COM – Dinamika menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai menghangat. Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyatakan kesiapannya menerima amanah untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU setelah mendapat dukungan dari jajaran pengurus NU di Jawa Timur.

Meski sebelumnya mengaku tidak memiliki keinginan mencalonkan diri, Gus Kikin menegaskan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanah organisasi.

"Saya sebetulnya tidak banyak tahu apa yang akan dilakukan. Begitu masuk acara, saya langsung didaulat dan diberi tugas itu. Jadi saya harus menyiapkan diri," ujar Gus Kikin di Surabaya, Selasa (21/7/2026).

Ia mengungkapkan, sebelum penugasan itu muncul, dirinya telah menyampaikan tidak berniat maju sebagai Ketua Umum PBNU. Namun, hasil konsolidasi PWNU Jawa Timur bersama para pengurus cabang mendorongnya untuk menerima amanah tersebut.

Menurut Gus Kikin, amanah organisasi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, ia mulai mempersiapkan diri menghadapi Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung sekitar satu bulan lagi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Selain mempersiapkan proses pemilihan Ketua Umum PBNU, PWNU Jawa Timur juga tengah menyusun berbagai usulan program strategis yang akan dibawa ke forum muktamar. Program-program tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi NU dalam menjawab berbagai tantangan umat dan bangsa.

Bagi Gus Kikin, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Setiap proses regenerasi diharapkan mampu melahirkan gagasan baru sekaligus membawa perubahan positif bagi kemajuan Nahdlatul Ulama.

Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan NU selama ini tidak hanya terletak pada besarnya jumlah warga nahdliyin, tetapi juga pada tradisi persatuan dan kebersamaan yang terus dijaga.

"Di NU itu tidak cukup hanya berkumpul secara fisik, tetapi hati dan jiwa juga harus bersatu. Nilai kebersamaan itu yang selama ini terus kami bangun di PWNU Jawa Timur," katanya dikutip Antara.

Menjelang Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin berharap semangat persatuan tetap menjadi fondasi utama seluruh elemen organisasi. Dengan demikian, forum muktamar tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum melahirkan gagasan terbaik demi memperkuat peran NU dalam melayani masyarakat.

Ia menambahkan, sejarah panjang Nahdlatul Ulama yang dibangun para ulama dan pesantren, termasuk kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, menjadi pengingat pentingnya menjaga soliditas organisasi agar tetap mampu memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.

 

Editor : Patricia Aurelia

Politik Terbaru