Loading
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melantik pimpinan organisasi sayap dan badan partai dalam rapat Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026). ANTARA/HO-PDIP.
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM — Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa partai politik tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman politik dan dinamika lapangan. Menurutnya, partai juga membutuhkan riset dan pendekatan berbasis sains agar setiap langkah yang diambil memiliki pijakan yang kuat.
Megawati berpandangan, riset menjadi instrumen penting untuk memahami berbagai persoalan masyarakat sekaligus merumuskan kebijakan yang tepat.
"Sering kali orang berpikir kalau partai itu tidak memerlukan riset-riset. Padahal menurut saya, partai itu merupakan sebuah gerakan, riset itu adalah untuk sains," kata Megawati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat melantik pimpinan organisasi sayap dan badan partai dalam rapat Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat.
Riset untuk Membaca Persoalan Bangsa
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Megawati adalah pengangguran di kalangan tenaga terdidik dan akademisi.
Ia meminta Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP ikut membedah persoalan tersebut secara lebih mendalam. Bukan sekadar melihat angka pengangguran, tetapi mencari akar masalah sekaligus merumuskan kemungkinan solusi.
Bagi Megawati, keberadaan badan riset seharusnya menjadi salah satu instrumen partai untuk memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan bangsa.
Karena itu, jajaran yang baru dilantik diminta tidak berhenti pada seremoni organisasi. Mereka harus segera bekerja dan menghasilkan langkah konkret.
Tiga Pimpinan Organisasi Dilantik
Dalam agenda tersebut, Megawati mengambil sumpah Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka Haprani sebagai Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP).
Selain itu, Nasyirul Falah Amru dilantik sebagai Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi). Megawati juga kembali mempercayakan Andi Widjajanto sebagai Kepala BARAK Pusat PDIP untuk masa bakti 2025–2030.
Megawati tiba di ruang acara didampingi Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani. Puan tampak menggandeng Megawati sembari menyapa peserta yang telah hadir.
Megawati, Puan, dan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto kemudian duduk berdampingan di barisan paling depan.
Sebelum prosesi pengambilan sumpah dimulai, Megawati terlebih dahulu memastikan kesiapan para pimpinan organisasi sayap dan badan partai yang akan dilantik.
"Sebelum mengucapkan janji jabatan, saya mau menanyakan dulu. Ini betul-betul bersiap atau tidak?" tanya Megawati.
"Betul?" lanjutnya, yang kemudian dijawab serentak oleh para peserta, "Betul."
Pinka Haprani Pimpin Taruna Merah Putih
Prosesi pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah Pinka Haprani bersama seluruh jajaran pengurus Taruna Merah Putih.
Pinka dipercaya memimpin TMP, organisasi sayap kepemudaan PDIP yang menjadi salah satu wadah kaderisasi politik bagi generasi muda dari berbagai latar belakang.
Sejumlah tokoh muda juga tercatat dalam kepengurusan tersebut, di antaranya Patria Ginting, mantan Ketua BEM UI Melki Sedek, serta jurnalis Pangeran Siahaan.
Setelah pelantikan, organisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ruang kaderisasi sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan politik dan kemasyarakatan.
Bamusi Diminta Segera Bekerja
Pelantikan berikutnya adalah Nasyirul Falah Amru sebagai Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) beserta jajaran pengurusnya.
Bamusi merupakan organisasi sayap PDIP yang bergerak di bidang keagamaan Islam.
Usai pengambilan sumpah, Megawati meminta seluruh jajaran Bamusi segera menjalankan tugas dan bekerja keras.
"Telah selesai dan dengan demikian maka saudara-saudara sekalian telah menjadi anggota yang namanya DPP Baitul Muslimin Indonesia atau Bamusi. Dan saya berharap bekerjalah dengan keras," kata Megawati.
Andi Widjajanto Kembali Pimpin BARAK
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Andi Widjajanto bersama jajaran pengurus BARAK Pusat PDIP masa bakti 2025–2030.
Andi kembali dipercaya memimpin badan yang memiliki sejumlah tugas strategis, mulai dari membangun pusat data partai, melakukan kajian terhadap proses legislasi nasional, merumuskan kebijakan berbasis ideologi kerakyatan, hingga menyiapkan evaluasi dan transformasi organisasi partai.
Penekanan terhadap riset menjadi bagian penting dari arahan Megawati kepada jajaran BARAK.
Dengan basis data dan kajian yang lebih kuat, partai diharapkan mampu membaca perubahan sosial secara lebih objektif serta memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam.
Megawati: Jangan Pernah Jauh dari Rakyat
Selain berbicara mengenai pentingnya riset dan sains, Megawati juga mengingatkan seluruh kader agar tidak kehilangan hubungan dengan masyarakat.
Ia meminta organisasi sayap dan badan partai tetap menjadikan rakyat sebagai sumber kekuatan utama.
"Saya ingin menitipkan satu pesan yang sangat penting kepada seluruh kader dan seluruh Sayap dan Badan Partai: Setialah pada sumbermu dan sumber kekuatan kita adalah rakyat. Jangan pernah jauh dari rakyat."
Megawati juga meminta kader untuk mendengarkan suara masyarakat dan memahami persoalan yang mereka hadapi.
Menurutnya, kehadiran partai seharusnya dapat dirasakan ketika masyarakat menghadapi kesulitan dan membutuhkan pembelaan.
"Sebab, Partai yang kehilangan hubungan dengan rakyat, pada hakikatnya telah kehilangan sumber kekuatannya sendiri," ucap Megawati.
Hasto: Organisasi Sayap Harus Jadi Bagian dari Solusi
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pelantikan pimpinan organisasi sayap dan badan partai merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal PDIP.
Menurut Hasto, organisasi sayap dan badan partai memiliki peran strategis untuk meningkatkan kedisiplinan organisasi, memperkuat kaderisasi, sekaligus memastikan seluruh elemen partai aktif bekerja bersama masyarakat.
"Organisasi sayap dan badan partai agar fokus mendampingi dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan sehari-hari masyarakat serta menyelaraskan gerak langkahnya dengan struktur partai," kata Hasto dikutip Antara.
Ia menegaskan organisasi sayap bukan sekadar pelengkap struktur partai. Keberadaannya diharapkan mampu memperluas jangkauan kerja kerakyatan PDIP sekaligus menjadi ruang kaderisasi sesuai bidang dan basis sosial masing-masing.
Sementara itu, badan partai, khususnya BARAK, diharapkan memperkuat tradisi pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan yang berbasis data, riset, serta analisis.
Dengan demikian, riset tidak hanya menjadi aktivitas akademik, tetapi dapat menjadi salah satu fondasi dalam membaca persoalan strategis masyarakat dan bangsa.
Bagi PDIP, tantangan ke depan bukan hanya bagaimana memperkuat organisasi, tetapi juga bagaimana memastikan kerja politik tetap terhubung dengan realitas kehidupan masyarakat.
Dan di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, pesan Megawati menjadi relevan: partai membutuhkan riset untuk memahami persoalan, tetapi tetap harus dekat dengan rakyat untuk mengetahui apa yang benar-benar terjadi di lapangan.