Selasa, 13 Oktober 2026

Jokowi Bakal Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina PSI November 2026


  • Sabtu, 26 September 2026 | 21:30
  • | Parpol
 Jokowi Bakal Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina PSI November 2026 Presiden ke-7 Joko Widodo mengumumkan keanggotaannya di PSI didampingi Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie (kiri), Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali (tengah), Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana (kedua kanan), dan Ketua DPD PSI Kota Bandung Yoel Yosaphat di Bandung, Sabtu (26/9/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga)

BANDUNG, POLITIK.ARAHKITA.COM - Joko Widodo (Jokowi) bakal menempati posisi Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pengukuhan mantan Presiden ke-7 RI tersebut direncanakan berlangsung pada November 2026.

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengatakan, pengukuhan Jokowi kemungkinan digelar bersamaan dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PSI di Surabaya.

Menurut Ahmad Ali, agenda tersebut kemungkinan berlangsung pada 16 November 2026.

"Mungkin tanggal 16 November 2026 nanti dia akan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia. Di saat hari Rapimnas dan hari ulang tahun PSI. Lokasinya di Surabaya," kata Ahmad Ali di Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Jokowi Tegaskan Sudah Jadi Kader PSI Sejak 2025

Rencana pengukuhan tersebut mencuat setelah Jokowi secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI dalam kegiatan partai di Bandung, Sabtu.

Jokowi menyatakan dirinya telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Penegasan itu sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai status politiknya bersama partai yang kini dipimpin putranya, Kaesang Pangarep.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi bahkan memperlihatkan KTA miliknya di hadapan kader PSI. Ia menegaskan bahwa dirinya sudah menjadi bagian dari keluarga besar PSI.

Dengan status tersebut, Ahmad Ali menjelaskan bahwa aktivitas Jokowi yang belakangan berkeliling ke sejumlah daerah merupakan bagian dari kegiatan internal partai.

"Tadi Pak Jokowi menegaskan telah ber-KTA sejak beberapa bulan lalu. Jadi keberadaan Pak Jokowi berkeliling itu bukan di-endorse, tapi dia itu adalah kader Partai Solidaritas Indonesia. Dia melakukan konsolidasi-konsolidasi," ujar Ahmad Ali.

Fokus Konsolidasi hingga Tingkat Akar Rumput

Dalam kunjungannya ke Bandung, Jokowi juga menyoroti perkembangan struktur organisasi PSI di wilayah tersebut.

Ia menyebut struktur DPC PSI Kota Bandung telah rampung 100 persen. Begitu pula struktur Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) yang disebut telah terbentuk sepenuhnya.

Menurut Jokowi, penyelesaian struktur organisasi menjadi salah satu alasan dirinya bersama Kaesang hadir dalam agenda PSI di Bandung.

"Struktur di Kota Bandung, DPC 100 persen selesai. DPRt juga 100 persen selesai. Kenapa saya dan Ketum datang, itu karena Bandung sudah 100 persen," kata Jokowi.

Namun, Jokowi mengingatkan bahwa kelengkapan struktur tidak cukup jika tidak diikuti aktivitas organisasi di tengah masyarakat.

Ia mendorong kader PSI membangun komunikasi dengan berbagai kelompok, mulai dari komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda hingga kelompok perempuan.

Kader juga didorong aktif dalam kegiatan sosial, kebudayaan, kerja bakti serta berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan PSI menghadapi agenda politik nasional pada 2029.

PSI Perkuat Organisasi di Bandung

Ketua DPD PSI Kota Bandung Yoel Yosaphat mengatakan pihaknya menyambut positif arahan Jokowi.

PSI Kota Bandung, kata dia, akan memperluas aktivitas organisasi hingga tingkat RT dan RW. Sejumlah kegiatan seperti pelatihan, pendidikan politik, kegiatan sosial dan pertemuan dengan masyarakat akan diperkuat.

"Karena kita tujuannya bukan cuma kelurahan tapi RT RW. Target jadi pemenang, nah itu dia pimpinan DPRD," ujar Yoel.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana menyebut bergabungnya Jokowi menjadi bagian penting bagi perjalanan PSI menuju Pemilu 2029.

"Dengan bergabungnya Pak Jokowi dalam keluarga besar PSI. Kita semakin optimis, PSI akan menang di Pemilu 2029 mendatang," kata Endang.

Pengukuhan Jokowi Menunggu Agenda PSI November

Dengan telah terbukanya status keanggotaan Jokowi, posisi mantan kepala negara tersebut di dalam struktur PSI juga semakin jelas.

Meski demikian, berdasarkan keterangan Ahmad Ali, pengukuhan sebagai Ketua Dewan Pembina masih direncanakan dan kemungkinan dilakukan pada 16 November 2026 dalam rangkaian Rapimnas sekaligus HUT PSI di Surabaya.

Artinya, agenda November tersebut akan menjadi momentum formal bagi PSI untuk mengukuhkan peran Jokowi dalam struktur kepemimpinan partai.

Sebelum pengukuhan itu berlangsung, aktivitas Jokowi bersama PSI diperkirakan tetap berfokus pada konsolidasi organisasi dan penguatan struktur partai di berbagai daerah.

Editor : Farida Denura

Parpol Terbaru