Kamis, 01 Oktober 2026

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Usung Qanun Asasi


  • Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:00
  • | News
 Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Usung Qanun Asasi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz saat memaparkan Qanun Asasi pada ratusan kader NU dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di Makassar, Jumat malam (14/08). ANTARA/Nur Suhra Wardyah (B)

MAKASSAR, POLITIK.ARAHKITA.COM – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kesiapan tersebut disampaikan setelah Gus Kikin mendapat dorongan sekaligus penugasan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur untuk mencalonkan diri dalam kontestasi kepemimpinan PBNU.

Dalam safari silaturahminya ke Makassar, Sulawesi Selatan, Gus Kikin sekaligus membawa satu gagasan yang ingin diperkuat dalam kehidupan organisasi NU, yakni Qanun Asasi.

Menurut Gus Kikin, Qanun Asasi merupakan dokumen dasar yang pernah menjadi pedoman NU pada masa awal berdirinya organisasi. Dokumen tersebut kemudian sempat tidak ditemukan sebelum akhirnya kembali ditemukan.

“Ke Makassar ini satu silaturahim. Kedua, saya menyampaikan ada buku Qanun Asasi,” kata Gus Kikin seusai bertemu dengan ratusan kader NU dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di Makassar, Jumat malam (14/8/2026).

Silaturahmi sekaligus Menyampaikan Gagasan

Gus Kikin menjelaskan, kunjungannya ke sejumlah daerah bukan semata-mata untuk membangun komunikasi politik menjelang pencalonan Ketua Umum PBNU.

Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan para ulama, kiai, dan sesepuh NU sekaligus memperkenalkan kembali gagasan mengenai Qanun Asasi.

Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam dokumen tersebut dapat kembali menjadi bagian dari kehidupan organisasi NU.

Jika nantinya dipercaya memimpin PBNU, Gus Kikin menyebut salah satu misi yang ingin dijalankannya adalah menghidupkan kembali nilai-nilai Qanun Asasi dalam kehidupan organisasi.

“Mudah-mudahan bisa diaplikasikan lagi di NU. Supaya NU nanti itu jadi guyub, jadi adem, jadi tenang semuanya,” ujarnya.

Kepemimpinan NU sebagai Bentuk Khidmat

Bagi Gus Kikin, kepemimpinan di lingkungan NU seharusnya tidak ditempatkan sebagai kesempatan untuk mengejar jabatan atau kepentingan pribadi.

Sebaliknya, kepemimpinan harus dipahami sebagai bentuk khidmat atau pengabdian kepada organisasi, ulama, dan warga NU.

Menurut dia, semangat tersebut merupakan salah satu nilai penting yang terlihat pada masa awal berdirinya NU. Nilai-nilai itu pula yang menurutnya perlu kembali diperkuat agar kehidupan organisasi tetap guyub dan penuh kekeluargaan.

“Jadi jangan sampai kepemimpinan itu menjadi sesuatu yang dinikmati, tetapi harus menjadi khidmat,” demikian inti pandangan Gus Kikin dalam gagasannya mengenai kepemimpinan NU.

Ingin Melihat Kembali Prinsip Dasar NU

Gus Kikin juga menilai penting untuk melihat kembali konsep dasar dan tata kelola organisasi NU saat ini dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Qanun Asasi.

Menurutnya, perbandingan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat bagian mana yang masih relevan, bagian mana yang perlu diperkuat, serta hal-hal apa yang perlu diperbaiki dalam kehidupan organisasi NU.

Ia berharap penguatan nilai-nilai dasar tersebut dapat membantu menciptakan suasana organisasi yang lebih tenang, solid, dan mengedepankan kebersamaan.

“Supaya NU nanti itu jadi guyub, jadi adem, jadi tenang semuanya,” kata Gus Kikin.

Mulai Bergerak Setelah Mendapat Penugasan

Terkait pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin mengatakan safari silaturahmi ke berbagai daerah merupakan bagian dari langkah yang harus dijalankannya setelah mendapat penugasan dari PWNU Jawa Timur.

“Saya ditugaskan oleh PWNU Jawa Timur untuk mencalonkan diri. Nah itu akhirnya sekarang inilah saya harus ke mana-mana ini,” katanya dikutip Antara.

Dengan penugasan tersebut, Gus Kikin mulai melakukan komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai kalangan NU di daerah.

Langkah itu sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan mengenai arah kepemimpinan NU yang ingin ia dorong, termasuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Qanun Asasi.

Bagi Gus Kikin, pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU bukan sekadar soal memenangkan kontestasi kepemimpinan. Lebih dari itu, ia ingin membawa kembali semangat khidmat, kebersamaan, dan keguyuban sebagai fondasi kehidupan organisasi NU.

Editor : Farida Denura

News Terbaru