Loading
Ilustrasi - Dokumen foto kegiatan Parlemen Rusia (Duma Negara). (ANTARA/ITAR-TASS)
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM – Mantan Wakil Perdana Menteri Ukraina, Sergei Arbuzov, resmi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) dalam Pemilu Rusia yang akan digelar pada September 2026. Kabar tersebut disampaikan oleh perwakilan Partai Rusia Adil pada Sabtu (4/7/2026).
Menurut sumber dari partai yang dikutip RIA Novosti, Arbuzov akan diusung untuk daerah pemilihan yang mencakup wilayah baru Rusia, termasuk Krimea dan Sevastopol.
"Untuk daerah pemilihan wilayah baru, Krimea, dan Sevastopol, politisi Ukraina yang terkenal, mantan gubernur Bank Nasional Ukraina, dan mantan wakil perdana menteri Ukraina, Sergei Arbuzov, akan dicalonkan di sana," ujar sumber Partai Rusia Adil.
Arbuzov merupakan salah satu tokoh yang pernah menduduki posisi penting dalam pemerintahan Ukraina. Ia menjabat sebagai Gubernur Bank Nasional Ukraina pada periode 2010 hingga 2012.
Karier politiknya berlanjut ketika pada Desember 2012 ia dipercaya menjadi Wakil Perdana Menteri Ukraina. Jabatan tersebut diembannya hingga awal 2014.
Di tengah dinamika politik Ukraina pada 2014, Arbuzov juga sempat menjabat sebagai Perdana Menteri sementara, tepatnya pada periode 28 Januari hingga 27 Februari 2014.
Pemilu Rusia tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 18–20 September 2026. Dalam pemungutan suara tersebut, warga Rusia akan memilih anggota Duma Negara atau majelis rendah parlemen, sekaligus mengikuti pemilihan kepala daerah dan legislatif tingkat lokal di berbagai wilayah.
Partai Rusia Adil yang mengusung Arbuzov dikenal sebagai partai berhaluan kiri-tengah. Partai ini terbentuk melalui penggabungan Partai Rodina, Partai Rusia untuk Kehidupan, dan Partai Rusia untuk Pensiunan dikutip Antara.
Pada 2021, Partai Patriot dan Partai Untuk Kebenaran turut bergabung ke dalam Partai Rusia Adil. Saat ini, fraksi partai tersebut menjadi kekuatan politik terbesar ketiga di Duma Negara Rusia.
Pencalonan Arbuzov menjadi perhatian karena ia pernah menduduki jabatan strategis di Ukraina sebelum kini terjun ke panggung politik Rusia menjelang pemilu legislatif 2026.