Loading
Retwetmardani

Hari-hari ini Partai Keadilan Sejahtera atau PKS sedang sibuk membantah tuduhan dan tekanan karena cenderung dianggap kasus bom yang terjadi dibeberapa kota di Indonesia sebagai rekayasa. Partai ini pun seolah diteror dengan hastag #PKSMelawanTeror
“Tuduhan anda ini sangat tidak berdasar, serampangan, adu domba dan fitnah yang keji. Jelas bahwa tuduhan ini punya konsekuensi hukum, dan anda harus siap mempertanggung jawabkannya. #PKSMelawanTeror,” tulis DPP PKS dalam akun resminya @PKSejahtera
Ciutan setengah ancaman itu menanggapi pernyataan @faizalassegaf: Mestinya Polri & pemerintah bertindak tegas, awasi kantor PKS di seluruh Jawa Timur. Selidiki dugaan keterlibatan kader & loyalis PKS atas teror bom Gereja di Surabaya. Jgn lengah, sikap nyinyiran mrk di medsos telah memicu aksi teroris makin agresif bertindak biadab !
Ketua DPP PKS Shohibul Imam dan Elit PKS Mardani Ali Serah secara hampir bersamaan juga membantah tuduhan mendukung teroris.
“Kemarin Netizen, wartawan, kader, dll banyak juga bertanya ke saya & MSI tentang statmen "mendukung teroris". Saya cari di socmed dan media juga gak ada statmen itu. Kabarnya mereka yg demo juga gak nemu statmen kami. Lalu itu demo apa ya ?,” ucap @MardaniAliSera.
Memang saat ditelusuri ArahPolitik, Mardani tidak tak membuat kicauan bernada mendukung teroris. Namun ada meretwet akun yang mengarahkan pada kesan bahwa kasus bom direkayasan pemerintah.
Persisnya akun @PrijantoRabbani yang menulis bahwa Dana operasional untuk pemberantasan teroris sangat besar, tapi kenapa teroris terus dan terus terjadi di negeri ini. Ini kelemahan... DPR harus mengusut tuntas berbagai rentetan peristiwa teroris ini.

Akun DPP PKS juga baru terakhir-terakhir menyatakan bela sungkawa terhadap korban bom di Surabaya. Saat terjadi korban anggota Polri di Mako Brimob, DPP PKS tampak seperti tak terusik. Sebaliknya kasus aksi membela Palestina di Monas banyak mereka share.
Setelah kantor Kantor PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan digeruduk massa, Senin (14/5) giliran Forum Pasundan Bergerak menggeruduk kantor jabar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (15/5).
Mereka mendesak dan mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menolak politik bertopeng agama dan faham radikalisme PKS yang menjadi pemicu lahirnya kejahatan terorisme.