Selasa, 09 Juni 2026

Kelakar Willy Aditya di DPR: NasDem dan Gerindra Mau ‘Digabung‘?


 Kelakar Willy Aditya di DPR: NasDem dan Gerindra Mau ‘Digabung‘? Tangkapan layar Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya memimpin rapat dengar pendapat dengan Kepala BPIP Yudian Wahyudi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4//2026). ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya

JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM – Suasana rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, mendadak mencair saat Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, melontarkan kelakar yang mengundang tawa peserta rapat, Senin (13/4/2026).

Dalam rapat dengar pendapat bersama Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, Willy sempat menyisipkan candaan soal kemungkinan “merger” antara Partai NasDem dan Partai Gerindra.

Awalnya, Willy yang memimpin jalannya rapat mempersilakan anggota Komisi XIII dari Fraksi Gerindra maupun NasDem untuk menyampaikan tanggapan atas paparan BPIP terkait peta jalan pembinaan ideologi Pancasila serta Rancangan Undang-Undang BPIP.

Namun, alih-alih langsung menunjuk, Willy justru melempar pertanyaan ringan yang mengundang senyum.

“Kita lanjut ke Gerindra atau NasDem dulu?” ujarnya, merujuk pada dua anggota dewan, Anwar Sadad (Gerindra) dan Muslim Ayub (NasDem), yang duduk berdekatan.

Tak berhenti di situ, Willy menambahkan candaan, “Atau mau merger NasDem dengan Gerindra?”

Sontak, suasana rapat yang semula formal berubah menjadi lebih santai dengan tawa peserta yang pecah di ruangan.

Willy juga menyoroti posisi duduk kedua anggota tersebut yang hanya dipisahkan satu kursi kosong. Ia menyebut kursi itu sebagai “jembatan” di antara keduanya.

“Karena duduknya sudah bersebelahan. Kursi kosong itu bridging (penghubung), Pak, silakan,” ucapnya sambil tersenyum.

Setelah suasana kembali kondusif, Muslim Ayub dari Fraksi NasDem diberikan kesempatan pertama untuk menyampaikan tanggapan. Kemudian, giliran Anwar Sadad dari Fraksi Gerindra.

Menutup momen santai tersebut, Willy kembali berkelakar dengan menyebut lokasi simbolik kedua partai.

“Lanjut, sebelahnya, sahut-menyahut. Dari Gondangdia ke Brawijaya, eh, Kertanegara,” ujarnya dikutip Antara.

Sebagai informasi, Gondangdia di Jakarta Pusat dikenal sebagai lokasi NasDem Tower, sementara Kertanegara di Jakarta Selatan merupakan kediaman Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Candaan ringan ini pun menjadi warna tersendiri di tengah pembahasan serius terkait ideologi Pancasila, menunjukkan dinamika komunikasi yang cair di ruang parlemen.

Editor : Farida Denura

Parpol Terbaru